Film the Medium Kisah Nyata : Film Horror Terbaik Dokumenter Thailand (Review)




Sudah lama sekali aku nggak menonton film horror. Nonton film aja jarang, apalagi film horror. Berhubung aku lagi sangat seru-serunya dengan hiburan lain: entah novel, webtoon, komik, atau drama. Kalau nonton film kecuali itu serinya Marvel mungkin lagi nggak terlalu tergerak. Tapi kalau horror dan reviewnya bagus. Nah, itu aku baru kepo.

So, aku menonton film the Medium ini karena aku penasaran dengan desas-desus yang mengungkapkan kekagumannya terhadap film ini. Dan ini film thailand. Dulu aku juga nonton film thailand, tapi aku sebenarnya bukan penganut horror thailand karena pernah sekali nonton, dan duh itu serem banget, thriller horror gitu sih. Jadi ya ada sadis-sadisnya huhu.

Medium ini adalah film yang dikemas dengan gaya dokumenter found footage. Jadi kita akan merasa sebagai orang yang merekam kehidupan tokoh-tokoh utama cerita ini. Dan memang, dari cara pengambilan gambarnya, kesan 'dokumenter'nya sangat terasa. Merinding-merinding gitu deh, karena kan kita jadinya merasa sebagai si kameramen yang ngikutin tokoh kemana-mana. Udah gitu kayaknya sih, disitu kameramennya sendirian. Dan karena kemasannya found footage, jadi pengetahuan kita terhadap apa yang tengah terjadi dengan situasi dan kondisi menjadi sangat amat terbatas.

Aku pernah nonton film horror dengan teknik pengambilan yang sama yaitu pada paranormal activity, walaupun aku mengikuti serinya, sepertinya otakku masih belum cukup dewasa untuk mampu memahami keseluruhan pesan yang tercangkup dalam filmnya. Taunya ya, ini beneran nih, duh horror banget. Gitu deh.

The second one, juga found footage tapi dia lebih ke thriller sih. Cuma yaa horror sama thriller kadang nggak beda-beda amat, yaitu pada film berjudul The Visit. Nah kalau the visit ini aku nonton sendirian. Soalnya no expectation gitu. Endingnya baru ngeh: kok serem, njir.

Nah kalau medium ini, dia kan film Thailand ya. Dan thailand itu bener-bener tetanggaan sama Indonesia. Jadi sifat kleniknya yang kadang nggak masuk akal itu aku paham kalau di Indonesia unsur tersebut masih sangat kental. Cerita-cerita tentang dukun, duhhh keren deh. Why? Karena orang Indonesia kan suka cerita setan, apalagi setan Indonesia.
Dan dan tipenya dokumenter. Udah deh, kita banget nggak sih.

Meskipun film ini adalah film yang 'diarahkan' tapi menilik isinya, aku yakin sih ini pasti based on true story

Untuk sinopsisnya silahkan baca di wikipedia hehe. Karena aku bakal ngobrol panjang di postingan ini, jadi bisa tambah panjang kalau cerita disini.
Tapi singkat kisah, disini diceritakan aktifitas kelompok yang mendokumentasikan kegiatan sehari-hari dukun di thailand.

!!! SPOILER ALERT !!!



Tokoh utama di awal yang diceritakan bernama Nim, wanita yang mengaku dirasuki oleh dewa bernama Dewa Bayan. Nama Dewa ini di awal cerita sudah disebutkan, bahwa setiap apapun di dunia ini di dalamnya ada spirit. Dan spirit-spirit itu disebut mereka sebagai Dewa. Secara subjektif, ketika aku sampai penjelasan tersebut aku berfikir bahwa konsep inipun sebenarnya juga kupelajari. Tetapi aku tidak berfikir untuk mendewakan spirit dalam benda ataupun makhluk. Karena spirit disana aku pikirnya seperti roh, arwah, dan arwah ini pada dasarnya mirip seperti roh/arwah kita sendiri, punya emosi dan punya energi. Itulah kenapa aku sering menonton acara-acara horror kayak Sara Wijayanto, Kisah Tanah Jawab, konsep energi/roh ini kemudian ada yang baik dan yang jahat. Yang jahat bisa jadi jenis devil, dan energi negatifnya berbahaya untuk diserap manusia, dan yang baik... entah, apakah itu jin?. Konsep dewa-dewinya agak kurang makes sense di kepalaku. Haha. Tapi mungkin kenyataannya memang seperti itu kali ya di dunia dukun.

Oke lanjut,
So Nim ini adalah dukun yang sering menyembuhkan penyakit, dan untuk dia bisa sampai dirasuki Dewa Bayan ini karena keturunan di keluarganya. Istilahnya, keberadaan dewa yang merasukinya itu semacam nggak boleh ditolak, karena kalau tubuhnya melakukan penolakan dia bakal dapat hukuman.

Si Nim ini punya keponakan bernama Min yang tinggal dengan ibunya, Noy. Dan disitulah inti cerita dimulai.

Nim dalam cerita ini berlaku sebagai informan untuk banyak hal yang kita kurang paham tentang dunia dukun. Mengenai hubungan-hubungan manusia yang diberikan kemampuan dukun, yang dirasuki dewa, dan semacamnya.

Sedangkan Min, adalah tokoh yang mendapat gejala-gejala dirinya kerasukan. Kalau di Indonesia kan banyak Indigo yang juga kerasukan tapi itu lebih karena gifted, karena ada misi yang harus dijalankan untuk membantu atau membuat kebaikan di dunia. Nah, si Min ini kerasukan, tapi tampaknya yang merasukinya terlalu negatif, dan banyak. Ya, gejala yang dia peroleh serta energinya yang semakin kuat membuatnya kehilangan sifat manusiawinya. Karena dia pernah mau diobati dan nggak bisa, roh di dalam tubuhnya sudah terlalu banyak, tubuhnya nggak bisa terkunci, jadi semua roh yang negatif semakin tertarik: penjahat, pembunuh, binatang dengan kesedihan, arwah dengan kesedihan, intinya yang kumpul di tubuhnya adalah hal negatif. So, nggak heran kalau kemudian Min sering berlaku sangat tidak manusiawi.

Dan selama 1 jam pertama, kita akan disajikan oleh kewarasan seorang gadis cantik yang lama-kelamaan semakin menyerupai iblis. Serem sih, parah. Bentukan dan perilakunya ngingetin aku sama film Emily Rose yang ceweknya juga kerasuka iblis sampai dari cantik jadi mengerikan. Kadang aku juga mindblown sih sama manusia yang kalau dirasuki bisa sampai kayak gitu.

And then, 1 jam terakhir, ketika rumah Min dipasang cctv, yes.. that's creepy. Serem banget. Literally seremnya tuh SEREM woooy. Serem yang sadis-sadis gitu. Aku nggak kuat. Banyak tutup telinga.



Dan ada banyak unsur sadis, dan ada sempat digambarkan hubungan intim yang frontal ya haha (nggak heran kalau film thailand yang dark emang sefrontal ini, baru inget huhu). Aku beneran deh, setelah nonton film dark dari thailand benerrrr-benerrr, next time fokus di genre komedi aja udah, nggak nggak lagi nyentuh yang dark kayak gini.

Anyway, aku nggak mau cerita banyak soal betapa creepy-nya film ini, tapi aku lebih mau membahas informasi yang kudapat setelah menonton filmnya. Dan juga permainan alurnya.

Secara subjektif, jujur aku emang nggak suka thriller yang main darah. Jadi dilemaku tuh gini, aku nggak suka thriller, temenku banyak rekomendasiin thriller karena bagi mereka cerita-cerita yang direkomendasikan ke aku itu selalu yang lagi hype, viral, dan 'kata mereka' emang baguuuusssss banget. Dilemaku adalah aku itu kepo, tapi entah kenapa aku tahu nggak bakal suka. Dan even aku udah kuliah 5 tahun di jurusan film, untuk berhasil menghilangkan banyak perasaan bersifat subjektif saat menonton film, tapi kalau film thriller, nggak bisa.. nggak bisa nggak pake hati. Duh! Termasuk film ini, aku kepo aku penasaran, pingin ikut hypenya, dan aku tahu ketika aku nonton aku nggak bakal sesuka 'mereka' yang bilang film ini bagus banget. Karena nggak suka-ku terhadap genre film itu termasuk yang general, jadi secara subjektif, aku nggak suka film ini.

Secara objektif, selain teknik pengambilan gambarnya, tensi filmnya cukup dibangun dengan rapi. Dan misterinya yang tidak kunjung jelas whyyyy juga bikin adrenalin naik, bertanya-tanya apa yang salah dari keseluruhan usaha yang mereka lakukan. Tapi aku kagum sih sama endingnya, peletakannya sangat bagus sebagai penutup, yaitu wawancara dengan Nim yang terakhir.

Dia kan bilang gini ya "akupun tidak tahu apakah betul yang merasukiku adalah dewa bayan"
Itu pas dia ngomong gitu trus masuk kamar nangis, aku kayak yang "njiiiir, terus yang aku tonton ini maksudnya apa!!?' Wkwkwkwk.

Baru kusadar creator film ini juga pernah menggarap Hello Stranger, jadi ya, tipe pertanyaan di akhir cerita memang menjadi ciri khasnya kali ya.

Dan ternyata teman-teman... pemeran utama sepanjang cerita dinobatkan kepada taram taraamm... Kameramennya!

That's a great execution. Nggak kepikiran sih,kalau ternyata ya emang cerita utama berkisar kepada kameramen yang berusaha tidak tampak tapi ada dimana-mana mengikuti seluruh kejadian yang mencekam tersebut.


Apakah Film the Medium Kisah Nyata?


***

Cuma gini, aku pingin bahas lagi statementku di awal mengenai segala hal yang didalamnya dirasuki dewa. Film ini nggak mungkin tanpa riset. So, untuk film ini bisa sangat viral, pasti banyak juga pihak yang relate dengan film ini. Tapi karena perbincangan tentang keyakinan juga sangat sensitif, kurasa kurang etis kalau film ini mengeksplor segalanya,dan aku yakin perdukunan itu pasti dark banget dalamnya. Menurutku, kalau dibilang nyata, yes, bisa jadi, tapi tentu banyak juga yang ditutup-tutupi.

apakah film the medium adalah kisah nyata?



Mana aku lebih sering denger kisah dukun yang negatif lagi, dan aku nggak pernah denger cerita dukun yang positif hehehe. Karena aku nggak tahu siapa yang kerja sama para 'dukun' ini.

Nah, Si Nim ini kan bilang kalau dia itu dirasuki Dewa Bayan. Aku mikir dong "hah, dirasuki? emang ada ya manusia dirasuki sama Dewanya?". Aku nggak tau gimana kepercayaan hindu budha yang memang penggambaran berdoanya mirip-mirip kayak dicerita ini, karena sering di tempat kayak kuil itu.

Kemudian, tentang 'pengorbanan'. So, mereka dalam cerita ini bukan beragama kristen, katolik, hindu, budha, pokoknya tidak beragama yang 'familiar', tapi mereka ada penyembahan sendiri dan memiliki nama dari Dewa-dewa. Ugh, menurutku nggak tau kenapa ini kok lebih serem ya daripada kisah Min yang kesurupan. Kayak konsep Tuhannya itu lho, men!

Selama ini aku tahu kalau ada ritual-ritual yang menggunakan persembahan. Tapi sepemahamanku, ritual dengan persembahan diberikan kepada roh penjaga/jin penjaga/leluhur penjaga, semacam itulah. Jadi persembahannya itu untuk membantu energi mereka agar menjaga tempat tertentu. Apakah itu yang dimaksud Dewa dalam cerita ini? Hanya saja menggunakan bahasa yang berbeda? 

Kalau memang itu konsep Dewa yang dimaksud? Selama ini ada lagi kesalahan yang dilakukan oleh orang-orang ini, yaitu mereka menyembah tipe Dewa yang salah. Karena menuhankan 'roh' yang sebenarnya masih ada kelemahan.

Karena kalau kita bicara konsep Tuhan, Tuhan itu tidak akan pernah meminta persembahan. Karena Tuhan itu 'Maha' ia tidak perlu energi apapun untuk bekerja ataupun memberi keajaiban serta bantuannya. Konsep Tuhan di pikiranku ya. Kalau begini make sense untuk disembah kan. Kita kan ingin menyembah zat yang 'sempurna'

Sedangkan roh yang merasuki Min itu adalah tipe roh yang negatif. Kalau secara entitas keberadaannya sama dengan dewa bayan dalam cerita, maka mereka bukan Tuhan dong? Masa Tuhan sama satu dengan yang lain. Ini aku bicara dalam kepercayaan mereka di cerita ya.

Maksudnya, konsep Dewa disini berbeda dengan Tuhan kan? Huhu, aku mikirin gini aja kayak duuuh.. aku sebenernya juga nggak tau sih, karena aku taunya cuma konsep Tuhan secara subjektif aja. Tapi kalau kayak gitu, maka nggak heran kalau di akhir semua berakhir sangat teramat mengenaskan. Aku paham, karena sejak awal mereka meminta perlindungan kepada zat yang salah.

Termasuk sosok Nim itu sendiri, yang sampai akhir aku nggak tau kenapa dia mati (plis kalau ada yang tahu beritahu aku).

Karena Tuhan tidak marah (Tuhan bekerja dengan konsep cinta), dan Tuhan tentunya tidak membunuh.

Sedangkan manusia adalah makhluk sempurna ciptaan Tuhan, dengan derajat lebih tinggi makluk lainnya (berarti termasuk makluk yang bersifat roh kayak jin, setan, dsb). Tapi... ketika tubuh manusia tersebut digunakan sebagai medium oleh katakanlah setan, iblis maka energi mereka akan memiliki bentuk pada akhirnya. Sedangkan entitas ini sebelum memiliki wujud manusia itu energinya sudah sangat negatif. Dan selama mereka di alam roh kemungkinan menyerap lebih banyak energi negatif. So, kalau sampai mereka ini tidak ada energi positifnya, ya bayangin aja kalau merasuki manusia dan punya tubuh, tubuhnya jadi apa.

Maybe that's why kadang kita sebut 'bukan setan yang berbaya, tapi manusia yang bersikap layaknya setan',karena kalau aku ngikutin teori di channelnya Sara, yang dihidupnya punya energi negatif, pas meninggal ya kumpulnya sama yang negatif-negatif juga dong, jadilah mereka itu setan.

Kesimpulannya, di akhir cerita, aku mengartikan kata-kata Nim 'aku sendiri tidak tahu apakah yang merasukiku adalah Dewa Bayan', karena mungkin dia selama ini menganggap Dewa Bayan adalah sosok Tuhan that's why dia menyembah 'dewa' tersebut. Tapi kepercayaannya kemudian hilang, mungkin karena konsep Tuhan yang dia pikirkan ada pada entitas yang dia anggap 'Dewa Bayan' itu tidak sesuai yang ada dipikirkannya. 

Tuhan tidak akan menipu, Tuhan tidak akan menghianati makhluknya.
Nah, maybe, si Nim ini merasa 'Dewa Bayan'nya ini punya sifat-sifat yang manusiawi: menipu, berbohong, walaupun dia baik, which is itu nggak bisa diterima oleh kebutuhannya yang membutuhkan sosok 'Maha' yang sempurna, atau konsep Tuhan yang dia inginkan.


So, analisisku sebatas itu aja sih haha.
Analisis receh, tapi itu apa yang ada dipikiranku aja. So, silahkan kalian berbagi pikiran kalian akan ide yang ingin disampaikan dalam cerita ini di kolom komentar ya.

Nilaiku untuk film ini: 7/10 

I'm so sorry but I don't really into thriller.






Salam, Adlina Haezah

Komentar

  1. adalagi yg bikin aku kepikiran kak, apa maksud boneka penuh paku d ending cerita

    BalasHapus
    Balasan
    1. waaa dibagian mana ini? aku kok gak ngeh -__-

      Hapus

Posting Komentar

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you