Obati Rindu Reply 1988 dengan Hospital Playlist (Review Drama Korea)

Jujur aja aku sekarang agak susaaah cari waktu untuk nonton serial drama ataupun film. Bukan karena nggak mau, tapi selalu aja merasa waktunya nggak ada. Dan lagi, di waktu luangku belakangan ini lebih seru untuk nonton anime, baca komik, dan baca manhwa hehe. Jadi hiburan itupun pilihan. Sekalipun mau dilahap semua, apalah daya jika waktu tidak berkata demikian.
Dan aku sekarang udah susah nonton drama yang lagi hit, atau drama yang direkomendasikan orang-orang, sehingga keinginanku nonton drama harus pure karena aku tergerak dan penasaran.

Termasuk dengan drama Hospital Playlist.

Sejak tahun 2018 aku sudah nggak tahu lagi mana aja drama yang ratingnya tinggi dan mana saja drama yang memenangkan award. Paling mentok drama yang lagi hits aja karena sering terdengar dan sering disebut.

Sama sekali nggak ekspektasi kejutan dari fakta drama Hospital Playlist yang baru aku tahu ketika aku sudah sangat niat menontonnya.

Pertama, aku nggak tahu kalau Aloha ini lagunya Cho Jung-Seok, dan Cho Jung Seok ini adalah suaminya Gummy. Dan aku suka baaanget sama suaranya Gummy di drama-drama, dan Cho Jung Seok aku juga tahu sejak nonton King 2 Heart. 

Kedua, lagu Aloha ini pertama kali aku dengar itu di Beginagain pas dinyanyiin sama Henry Lau dan aku sukaaa banget, itu aku denger di tahun 2020 dan sama sekali nggak tahu ada hubungannya sama drama ini.

Ketiga, Kyuhyun ternyata isi soundtrack drama ini! Dan aku udah dengerin lagu yang dinyanyiin Kyuhyun ini sebelum-sebelumnya. Malahan aku dengernya pas emang lagi setel playlist kyuhyun trus lagu ini langsung nyantol dan aku berasa langsung harus nonton rekamannya. Ada cuplikan drama ini tapi tahulah, aku sih nggak trus pingin nonton drama ini (saat itu)

Tapi kebetulan-kebetulan akan pertemuanku dengan lagu-lagu yang ternyata mengisi drama ini membuatku bertanya-tanya kenapa lagu ini populer ya. Aku pribadi bahkan menyukainya, dan waktu scroll komen aku membaca ada yang bilang bahkan lagu ini memenangkan best soundtrack of the year apa ya.

Aku sih nggak heran kalau lagunya menangin awards, tapi yang jadi pertanyaan adalah, kenapa lagu ini? Dan lagu itu biasanya nggak sampai dapat awards sekalipun bagus kalau dramanya nggak bagus.

Dari situlah aku jadi kepo sama dramanya. Dan hasil kekepoanku adalah fakta bahwa sutradara dan penulis naskahnya adalah orang yang sama dengan yang membuat Reply 1988.

Gila ya! Kebetulan-kebetulan ini yang bikin aku makin nggak sabar buat nonton drama ini, termasuk karena aku salah satu penggemar drama reply 1988 yang sampai sekarang bagiku masih jadi drama terbaik.

Padahal aku tuh nggak pernah nonton drama medis, karena nggak sanggup lihat adegan operasi. Tapi semua yang aku sebutin di atas udah cukup untuk mendorong aku untuk menonton episode satu drama ini tanpa ekspektasi, tanpa spoiler, tanpa baca review, bahkan tanpa rekomendasi dari siapapun. Murni karena aku sendiri yang pingin nonton.

Dan barulah aku tahu setelah nonton episode 1, bahwa drama ini ternyata termasuk salah satu drama paling populer di tahun 2020, jujur aku bahkan nggak merasa denger judulnya sepanjang tahun itu. Jadi aku pikir awalnya ini drama underrated. Haha.

Fakta lainnya yang kutemukan saat menonton adalah, bahwa aku suka banget sama tokoh Jun Wan sejak awal kemunculannya karena mirip sama Ilhoon yang sedang kurindukan, dan akhirnya aku baru tahu dia pacarnya SooYoung SNSD.

Itulah kenapa aku merasa sangat ditakdirkan untuk menonton drama ini hahaha.

So, itulah sebanyak intermesoku dan mari lanjut ke inti topik:





Review

Sekalipun aku nggak hafal nama penulis naskah dan sutradara drama ini, tapi aku mengikuti Reply 1988 dan Reply 1997. Aku tahu sebaguuus apa drama-drama itu. Aku tahu kenapa aku begitu suka sama seri Reply (walaupun aku belum kesampaian nonton yang '94), dan aku suka banget sama pengaturan alur serta visualnya yang selalu penuh teka-teki dan jawaban-jawaban yang bikin cengoh, serta visual-visual yang bikin salah paham. Vibes yang sangat khas dari seri Reply sehingga aku masih menjadikannya drama korea favoritku sampai saat ini. So, aku tahu aku bisa berekspektasi apa dengan drama HP kalau dipegang oleh sutradara dan penulis naskah yang sama.

Emang sih, ceritanya sama-sama persahabatan. Dan emang sih, kali ini bukan cerita anak sekolahan atau teman satu kompleks. Tapi aku paham kenapa drama ini mendapat rating tinggi.

Karena meskipun vibesnya sama, meskipun penuturan ceritanya membuat kita mengingat projek creator sebelumnya, tapi, kebaruan dan originalitas dari drama ini tetap sangat terasa. Drama ini tidak berusaha meniru apa yang sudah disajikan oleh projek creator sebelumnya, dan tetap menunjukkan sesuatu yang baru. Seperti, kali ini settingnya adalah medis, profesi, dan dengan mengambil latar usia 30 tahun ke atas, dimana itu tidak diceritakan di projek mereka sebelumnya. Even kalau diceritakan, munculnya bukan sebagai cerita inti. Sedangkan drama ini menaruh cerita intinya adalah cerita di masa kini, dan masa lalunya hanya sebagai flashback yang lucunya mengingat kita pada jaman-jaman cerita yang ada di Reply hehe.

Mixingnya unik banget, jadi mengingatkan dan mengobati rasa rindu sekaligus memberikan sesuatu yang sangat baru dan segar untuk ditonton.



Background Cerita

Di saat trend drama korea saat ini semakin sering mengambil tema berat ataupun fantasi, Hospital Playlist tetap menyuguhkan sesuatu yang ringan tetapi berkesan dalam penyajian ceritanya. Karena aku belum pernah nonton drama dengan latar medis, jadi aku nggak punya perbandingan, tapiii dibandingkan kisah tentang keahlian para dokter disini, sisi yang lebih berasa adalah sisi slice of lifenya. Aku merasa ini adalah kekhasan dari si pembuat cerita ini sih. Jadi aku nggak heran ketika baca komen, banyak yang bilang drama ini jadi mood booster untuk mahasiswa2 kedokteran yang sedang dalam tahap stress, dan menonton drama ini membuat mereka mengingat kenapa mereka masuk kedokteran. Membaca komen seperti itu membuatku jadi terharu. Dibandingkan mereka kagum dengan tokoh-tokoh hebat yang sangat pandai menangani pasian, atau ketakutan-ketakutan yang harus dihadapi dokter dengan wali pasian, penonton drama dengan background kedokteran justru lebih merasa relatetable drama ini dengan mereka. Dan itu juga yang jadi kekhasan drama Reply 1988 sehingga aku bisa begitu menyukainya. Ada slice of life yang kental dalam penceritaannya sehingga kedekatan backgroundnya sangat terasa dengan orang yang berada di posisi yang sama.

Tapi karena backgroundku bukan kedokteran, mungkin drama ini secara background nggak begitu relate sama aku. Hanya sajaa, aku sebagai penonton mendapat gambaran bagaimana sibuknya para dokter ini berusaha melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Apalagi dokter-dokter utama yang tekanannya sangat berat, harus membuat keputusan, dan hidup-mati pasien ada di tangan mereka. Dan sesusah apa dokter-dokter ini untuk menyeimbangkan hidupnya agar tidak stress dan tetap bisa hidup seperti manusia normal sebisa mungkin. Jadi untuk aku yang tidak berada di background kedokteran, menonton drama ini meningkatkan rasa hormat yang tinggi untuk profesi ini sendiri. Nggak heran kenapa sulit sekaligus mahal untuk masuk ke profesi ini, dan kenapa mereka digaji tinggi. Entah kenapa hal itu tergambarkan dengan jelas sepanjang drama. 

Yang tentu saja, membuatku semakin respek pada dokter karena aku sendiri tidak akan berani untuk menyentuh bidang itu, karena bagiku kedokteran adalah bidang yang cukup mengerikan dan tanggung jawabnya eerggh besar banget.

Alur

Suuuuuka banget. 

Bahkan satu setengah jam sama sekali nggak terasa. Meskipun ada pola yang mirip pada setiap episodenya, tapi itu membuatku justru semakin bersemangat untuk menonton drama ini. Ada ekspektasi, dan drama ini menyuguhkan sesuatu yang sesuai ekspektasi atau malah lebih. Aku termasuk yang berekspektasi dengan kejutan dari creator drama ini, dan mereka menyuguhkannya dengan hal-hal yang sulit di tebak.

Ada banyak plot twist, tapi ada banyak juga character twist. Hanya kejutan-kejutan kecil tetapi bikin aku sangat kegirangan untuk lanjut terus nonton drama ini. Yang mau aku katakan adalah, drama ini sangat simple dan nggak aneh-aneh, tapi tetap sangat kuat untuk berdiri sebagai drama yang berbeda dari yang lain.

Titik berat drama ini memang pada persahabatan dan kehidupan rumah sakit. Bahkan kadang ketika menonton aku sendiri nggak berharap ada romance yang terlalu komplek dalam cerita. Yes, cerita cintanya nggak mengusung konflik yang berat, tapi sekalinya muncul bagian romance dalam cerita duuuh langsung deh meleleh hatiku hahaha. Karena sering nggak nyangka dengan selipan romance dikala aku nggak ekspektasi akan hal tersebut.

Drama ini hanya 12 episode, tapi bisa menyuguhkan banyaaak sekali cerita-cerita yang menarik. Sangat padat, dan tidak ada yang sia-sia. Bahkan shot sampai percakapannya semuanya penting. Jadi hati-hati kejebak sama percakapan yang dipikirnya nggak penting karena bisa kehilangan momen dan punchline menarik yang disuguhkan oleh drama ini. Drama ini sangaaat detail, jadi nggak bisa nontonnya disambi dengan kegiatan lain.

Karakter

Nah, ini nih! Ini!

Dariii dulu aku mulai nonton drama, dari sebelum kuliah, bahkan sampai selesai kuliah, karakter adalah faktor pertama yang aku perhatikan sebelum masuk ke dalam cerita.

And these actors are doing sooo Great.

Dari pemain utama sampai pemain pendukung, all are matters. Sama seperti bagaimana sang sutradara memastikan bahwa tidak ada satupun shot dan kata yang sia-sia, ia juga memastikan tidak ada satupun tokoh yang sia-sia. Hampir semua menjadi penting untuk menjalankan cerita ini.

Yang menarik dan cukup khas dari creator drama ini adalah, bahwa aku selalu kesulitan mencari tokoh yang ingin kubenci. Semuanya akuuuu suka.

Dan bahkan aku setuju sama semua pasangan pasangan tokoh dalam cerita, bahkan aku setuju ketika ekspektasi-ekspektasi itu patah. Kebanyakan ekspektasiku berhasil dipatahkan sih karena digantikan oleh sesuatu yang jauuuuh lebih baik.

Dan dalam cerita ini aku suka sama semua tokoh inti cerita ini yaitu si 5 sahabat. Literally suka semuanya. Suka sama kehidupan satu per satu personalnya, suka sama konflik setiap personalnya, bahkan suka sama siapapun yang dijadikan pasangan oleh setiap personalnya. Mengikuti kehidupan mereka saat bersama atau saat tidak bersama tidak ada yang membosankan. Semuanya sangat menyenangkan untuk diikuti.

Bahkan ketika ceritanya beralih menceritakan tokoh pendukung akupun nggak protes dan malah seringnya ikut penasaran juga. Karena cara menggiringnya sangat menyenangkan dan seru. Seolah2 kita nggak sadar aja untuk menyukai semua tokoh yang diceritakan.

Penggiringan dari pengenalan tokoh sampai penceritaan kehidupan tokoh2 itu sendiri sangat detail dan kita menjadi sangat sulit untuk merasa bosan ketika ceritanya tiba2 sampai ke karakter karakter tertentu.

Tapi kalau memang harus memilih, aku paling suka sama tokoh Jun Wan yang aku bilang mengingatkanku pada Ilhoon walaupun berbeda hahaha. Tentu saja aku baru kenal dia dalam cerita ini tapi karena dia adalah tokoh yang sangat menarik perhatianku sampai akhir, akupun mencari tahu tentang aktornya sendiri yaitu Jung Kyung Ho. Dan saking aku suka sama ekspresi-ekspresi dia dalam cerita ini aku merasa HARUS menonton drama dia yang lain. Fiks!

Salam, Adlina Haezah

Komentar