Review Anime Black Clover, Kejeniusan Pembangunan Karakter

SPOILER ALERT!! Review dan Opini setelah menonton Anime jepang black clover.


Akhirnya setelah jalan 60 episode aku memutuskan dengan segenap jiwa bahwa anime ini sangat amat layak direview!

Hehe, habisnya waktu awal-awal nonton, aku sering baca banyak kritik tentang anime ini dan kritiknya itu negatif. Padahal temenku rekomendasiin anime ini, dan selain itu banyak orang nonton anime ini.

Walaupun memang di polling anime yang populer anime ini nggak terlalu naik sih, tapi tetep aja.. aku direkomendasiin anime ini.

Dan waktu lihat cuplikannya, aku puas sama art animenya. Hehe

Jujur aja, aku masih better anime ini daripada SAO. Bahkan ketika SAO selalu naik setiap season baru muncul, tetapi entah sejak kapan aku sudah drop anime itu untuk dilanjutkan. Yah, ini juga masalah selera sih.

Black Clover ini awalnya aku juga nggak tahu apakah perlu aku review atau enggak.

Selama beberapa episode awal aku mengikuti anime ini, sejujurnya banyak yang mengingatkanku pada anime lainnya/

Alurnya memang banyak yang mudah ditebak, dan bahkan ada beberapa bagian yang aku pikir sama dengan cerita di beberapa anime yang sudah aku tonton sebelumnya.

Setelah episode Asta jadi ksatria, jujur aja aku sempat bosen. Kayaknya sempat ada filler-filler cerita yang bikin aku supeeer bosan.

Bahkan absennya Yuno dalam banyak episode di cerita ini bikin aku pesimis apakah akan lanjut menonton anime ini atau tidak. Maksudnya, aku dari episode awal udah suka banget sama Yuno. Jadi jujur aja, aku sempet takut kangen kalau tokoh ini nggak dimunculin.

Yah, karena ketika Asta sudah masuk ke Benteng Hitam, bener-beneeer yang fokus cerita itu cuma misi di squadnya Yami. Dan anggotanya kacau dan random.

Aku nggak tau ya, pertama kali lihat para anggotanya, aku emang merasa keunikan dari mereka. Dengan kepribadian yang sangat berbeda-beda dan bertolak belakang, kelompok ini memang kacau dan hancur. Dan di episode-episode pertama aku harus bertahan dengan mereka yang beneeer-bener rasanya nggak penting diceritain. Hiks. 

Kenapa aku harus mengenal mereka dan sifat-sifat mereka itu!? Mereka bener-bener lebih mirip pecundang. Bahkan kayak orang pengangguran nggak ngerjain misi apa-apa. Jujur aja aku bahkan sempat bosan dengan Asta  yang berisik dan kerjaannya cuma teriak-teriak mulu. Mana dia itu terlalu bersemangat, dan sempat mengingatkanku sama Naruto. Ah, tapi Asta yang paling mengganggu itu teriakannya sih ahah.

Dan penggiringan seperti itu,yang membosankan, dan seharusnya lucu tapi bikin males nontonnya, berlangsung selama beberapa episode sampai di satu titik, cerita ini tiba-tiba menjadi sangat amat menarik.


Misi pertama Asta di dungeon yang mereka battle bareng sama squadnya Yuno, memang cukup menarik. Tapi cuma menarik aja. Waktu musuh utama mulai menampakkan diri mereka, itu juga menarik, tapi belum bikin semangat nontonnya.

Titik baliknya adalah ketika Asta bertarung langsung sama Litch. Dan aku nggak tahu bahwa kejadian di hari libur mereka yang awalnya kupikir akan sangatttt membosankan, justru menjadi awal menariknya cerita ini.

Dan itu di sekitar episode 30.

Aku bener-bener bersyukur bertahan sampai episode 30, karena harus kukatakan, bahwa eksekusi cerita ini JENIUS.

Tau nggak siiih ternyata 30 episode itu memang baru permulaan dan pengenalan karakter yang supeeeerrrr duper banyak di anime ini. Penggiringannya sangat mulus tapi waktu sampai ke titik balik kayak yang jleb jleb jleeb merasuk ke jiwaaaa..

Dan akhirnya akupun paham kenapa episode black clover dibuat loss gitu, nggak per season.

Lepas dari episode 30, aku ketagihan sama anime ini. Biasanya sekali nonton cuku 2-3 episode. Tapi semenjak episode 30 itu aku bisa nonton sampai 10 episode per sesi sakiiing semangatnya aku nonton.

Kejeniusan anime ini pertama terlihat dari pembangunan karakter cerita yang menjadi kendaraan utama alurnya.

Dan karakter adalah faktor yang paling cepat bikin aku masuk ke dalam cerita, meskipun plotnya tidak menyuguhkan twist yang terlalu gila.

Jadi mari kita bahas.

Di awal kita mungkin akan berfikir alangkah serunya kalau Yuno dan Asta terus menerus bertarung bersama seperti Sasuke dan Naruto. Pingin lihat keseruan yang seperti itu. Kemudian kita dihadapkan bahwa kedua tokoh ini harus berpisah squad.

Kemudian, kita dipaksa berkenalan dengan Squad Asta yang hanya terdiri dari orang-orang bodoh dan pecundang. Keseluruhan squad ini menurutku sangat absurd. Rasanya males banget lihat keseharian mereka. Yah, meskipun ada kesan komedi, tapi ya gitu-gitu aja.

Di lain sisi, kita juga nggak terlalu peduli dengan squad Yuno yang isinya adalah orang-orang dengan sikap yang dingin dan sombong.

Jadi, kita ini bagaikan anak yang diseret untuk mandi ketika baru saja bangun tidur. Malaaasss sekali.

Tapi sama seperti anak yang diseret ke kamar mandi dan diguyur air. Ketika sudah mendapat guyurannya, kita akan jadi sangat bersemangat.

Memang pengenalan karakternya lambat. Tapi kelambatan ini sangat perlu diikuti. Penting. dan Harus.  Menurutku ya. Karena dengan mengikuti secara runtut bagaimana anime ini menceritakan dan menggambarkan setiap pemainnya, ketika sudah masuk inti cerita, kita tidak akan berpihak dan berfokus hanya pada satu tokoh saja. Jadi kalau sudah memutuskan menonton anime ini, tontonlah dari awal. RUNTUT. Jangan diskip.

Ketika menonton naruto, aku tahu bahwa karakter tokoh di dalam cerita itu sangaaat banyak. Tapi tidak semua tokoh mendapat porsi simpati yang sama. Tetap saja, sepanjang cerita aku ya sukanya sama Naruto sama Sasuke (di akhir) doang. Memang, ada tokoh lain yang juga aku suka, seperti Yondaime, atau Shikamaru, atau Kakashi. Tapi, jujur aja, menunggu screentimenya mereka tetap tidak sekuat ketika menunggu Naruto dan Sasuke beraksi. Tidak serindu aku menunggu Levi muncul (wkwkwk bahasan nyasar). Cerita naruto sendiri sudah sangat fokus pada alur cerita, sehingga simpati kita hanya akan terbelah di tokoh-tokoh utama saja. Sekalipun aku suka sama Itachi, tetep aja aku nggak yang sesayang itu sama tokoh tersebut. Yang bikin cerita ini membuatku semangat bukan main, apalagi di battle terakhir, pure karena kesatuan semua tokoh untuk membasmi kejahatan. Disitu bukan karakter dan kepribadian tokoh yang bikin aku kagum, tetapi memang karena bahu-membahu setiap tokohnya. Itupuuun, butuh 500 episode untuk membuatku tidak pernah merasa bosan dengan naruto. 


Kembali ke black clover. Black Clover ini memiliki cara yang unik untuk menceritakan setiap tokohnya. Literally, setiap tokohnya. Mungkin ini mengingatkanku dengan Boku no Hero Academia ya, atau Hakyuu dimana kita bisa memilih tokoh-tokoh favorit selain tokoh utamanya. Tapi tetep aja, cara pengenalannya berbeda. Hakyuu dan BNA menceritakan setiap tokohnya bersamaan dengan aksi-aksi penting dalam cerita. Sedangkan Black Clover banyak mencuri start di awal untuk mengenalkan setiap tokohnya.

Seperti anggota Squad Banteng Hitam. Kita benar-benar buta akan kekuatan mereka di awal, secara individu, apalagi secara kelompok. Belum lagi kapten-kapten ksatria sihir atau kaisar sihir lainnya. Nggak ada dari mereka yang muncul dan memperlihatkan kekuatan besar mereka selain hanya untuk masalah-masalah yang masih kecil dan sepele.

Tetapi, di masa-masa kita buta itu, kita akan diajak untuk fokus pada kepribadian mereka, sifat, ketakutan, masa lalu tokoh-tokoh ini. Sehingga, saat mereka muncul untuk pertama kalinya, entah sebagai squad atau sebagai individu, kita akan terbengong-bengong.

Kalau Yuno, atau Noelle, kita memang sudah tahulah ya kemampuan mereka secara mereka menjadi jembatan cerita yang dijalankan sejak awal.

Tetapi, tokoh kapten seperti Yami, hanya ditunjukkan sebagai orang yang suka judi dan kalah, dan punya banyak hutang tetapi entah kenapa dia begitu dihormati oleh anggota-anggotanya.

Kayak yang "WHAT The hell.. ngapain sih mereka hormat sama kapten kayak gini?"
Belum lagi anggota-anggota lainnya yang bikin kita mikir... Ya Tuhan Ya Robb... serius mereka ini prajurit? Males-malesan muluuuu kerjanya, nggak ada yang bener.

Dan yang lebih parah. Mereka bukan ahli dalam bekerja sama secara tim. Bayangin aja, kita suruh bertahan sama keabsurdan squad ini nyaris hampir seperti 2 season anime.

Itu baru squadnya Asta, belum lagi 8 squad lain yang belum diceritakan kecuali kapten-kaptennya saja yang memang bikin penasaran. Itupun sepanjang 30 episode nggak ada sesuatu yang berarti yang kita pelajari dari tokoh kapten tersebut kecuali sikap mereka supeeerrr dingin, kecuali Yami kekeke~

Bahkan ada tokoh Baha, yang supeeer nggak penting tapi muncul dari awal episode dan supeeeerrrr nggak menarik. Sangat. Dia sama sekali nggak menarik.

Tapi, tokoh macam Ba Ha pun nantinya akan buat kamu terpingkal-pingkal ketika mempelajari setidak penting apa tokoh ini, tetapi entah kenapa sangat membantu perjalanan cerita. Sumpah demi apapun itu sering bikin aku ketawa, gimana ceritanya tokoh Ba Ha ini nggak penting tapi entah kenapa menjadi penyelamat!? kalau inget se nggak pentingnya dia nggak tahu kenapa pingin ketawa aja gitu.


Titik balik pertama yang bikin aku melongo adalah ketika Yami muncul dan menyelamatkan Asta. Itupun ada proses panjang yang bikin tertawa terpingkal-pingkal gimana akhirnya Yami ini muncul.

kemudian, Gauche, seorang siscon yang selalu bikin aku jijik dan ilfil sama kelakuannya, tapi bikin aku memperhatikan tingkahnya. Berasa seperti dicuci otak.. Satu hal yang selalu muncul di kepalaku saat dia bertingkah adalah "GIMANA CERITANYA SEMUA HAL DI DUNIA ADA HUBUNGANNYA SAMA MARIE WOOOOIIIIIII". Tapi ini karakter yang perkembangannya bikin aku suka. Maksudnya, tokoh ini kan siscon akut ya, dia nggak pernah bikin satu kalimat tanpa ada kata Marie. Dari sudut pandang manapun, tokoh ini nggak mungkin peduli selain sama adiknya itu. Kalau nggak berhubungan sama Marie, aku mungkin akan menggambarkan dia sebagai sosok iblis berbentuk manusia ya. Kejam, nggak punya hati. Tapi kalau udah ada urusannya sama adiknya, kebiasaan gilanya adalah mimisan. Twisted banget karakternya, tapi ternyata dia secara nggak sadar peduli sama orang lain. DUH! BENER-BENER DEH KARAKTER INI. Mau benci tapi gak bisaaaaaaaa

Titik balik kedua, adalah ketika ketiga kapten muncul dan menyelamatkan Yami. TERNYATA NGGAK SE-COOL YANG SELAMA INI KUKENAAAAAL. Itu bener-bener savage sih, episode 30-an.Akhirnya aku tahu sifat asli kapten-kapten yang tampak berkarisma dan dingin ini hahahahahahha, kepancing dong mereka sama mulutnya YAMI.

Dan YAMI. Astaga!! Aku nggak pantas ngomong Yami bapak-bapak atau om-om, atau tua ya, karena usianya ternyata masih 28 tahun TERNYATA. Aaaah, aku terselamatkan.. 3 tahun lebih tua dari aku. So, I will tell you, I fall hard with this character! Dia adalah tokoh pendukung yang paling mengagetkanku, dari kepribadian sampai kemampuan. Memang, di awal cerita aku udah tahu seberapa nggak jelasnya Yami ini, tapi ternyata, bahkan setelah tahu betapa hebatnya kekuatan dia, si YAMI ini makin absurd! Dan absurdnya tambah parah, tambah bervariasi, dan adaaaaaaaa aja punch line dari mulutnya. Itu bikin aku nggak pernah bosan sama kemunculuannya. Di banyak hal, ini mungkin adalah karakter yang paling kurindukan.

So, setelah titik balik tersebut, ceritanya terus mengalami kemajuan dari perkembangan karakter hingga perkembangan cerita.

Ketika cerita masuk ke bagian Satu Squad Banteng Hitam ini dapat misi, kita sudah punya bekal kepribadian dan karakter SEMUA anggotanya. Dan nggak banyak cerita yang mampu se-intimate itu dalam mendekatkan satu squad anggota kepada penontonnya. Ketika sampai pada misi kuil air tersebut, kita entah kenapa sudah tahu secara pasti bahwa kebersamaan mereka dan kerja sama mereka akan super absurd, lucu, dan nggak bisa ditebak. Bahkan charmy yang kerjaannya cuma makan pun akan mendapat porsi istimewa untuk kita menjadi suka dengan tokoh ini (dia bisa lhooo peduli sama hal lain selain makanan), apalagi kemunculan sosok asli Grey dengan karakternya yang menarik, kemudian dikagetkan lagi dengan kekuatan persahabatan Luck dan Magna. Terussss, kekaguman antara kebersamaan Vannessa, Asta, dan Finral. Finral terutama, aku nggak nyangka dia memutuskan untuk ikut bertempur padahal dia selama ini kegiatannya suppperrr nggak penting. Cuma jadi kendaraannya Yami ke WC, wkwk, terus kerjaannya cuma godain cewek, sama sekali nggak keren. Tapi nggak tahu kenapaaa, instingku mengatakan Finral ini bakalan makin keren. Hufh, nggak salah waktu aku menilai dia menarik di awal dulu wkwk. Kesimpulannya, kita akan jatuh cinta dengan seluruh anggota squad ini.

Itu baru anggota squad Banteng hitam.

Belum lagi, serangan karakter dari para kapten yang jarang muncul, dan bikin kita jadi merasa betapa mereka itu sangat manusiawi, kadang polos dan kekanakan juga.

Lalu tokoh-tokoh pendukung yang ditemui di setiap misi. Selain wajah mereka menarik, mereka juga masih mendapat bagian untuk menceritakan latar belakang mereka sehingga sebagai penonton kita akan suka dengan tokoh pendukung ini.

Dan, di episode 60 ini aku mendapatkan bahwa tokoh Mars yang di awal episode itu kupikir nggak akan muncul lucu, ternyata dimunculkan lagi di episode 60 dengan kepribadian baru dan sangat amat sweet, dan dan daaaaannn....aku nggak nyangka dapat perkembangan seperti ini di anime dengan genre ini. Reunian antara dia dan Fana sama sekali tidak terdugaaa! OMG aku nggak  nyangka cerita ini bakal ada selipan romance yang se sweet ini hiksss.. Aku mungkin akan bikin video khusus Mars dan Fana saking aku ngeship mereka. (aku bahkan nggak ngeship tokoh utama, tapi entah kenapa aku sangat attach sama Mars dan Fana).

Juga, tokoh Fanzell, Domino, dan Marielle... aku nggak nyangka juga ternyata Domino adalah tokoh yang diceritakan di awal cerita. Uuuugggh, perkembangan ini sangat menarik.!



Salam, Adlina Haezah

Comments