Curhat Anime: Antara My Hero Academy, Attack on Titan, dan Haikyuu


Oh.My.God

Aku nggak nyangka bakal merasa seperti ini lagi setelah Naruto tamat, tapiiiiiii...

My Hero Academia mengembalikan sensasi itu!!

Dan aku sudah berhasil di buat menangis berkali-kali berkat alurnya yang sangat twisted setiap saat. Walau nggak se-twist attack on titan yang gila sih, tapi keren aja.

Btw kalau ngomongin attack on titan yaudah sih ya, legend ini secara alur aku udah nyerahlah untuk nebak endingnya bagaimana.

Kalau Boku no Hero Academia ini kan jelas, pahlawan akan menang di akhir cerital. Itu udah jelas banget. Secara ide, My Hero Academia ini hitam putih, walaupun ceritanya penuh dengan kejutan, dan itu kejutan dengan sensasi menyenangkan. Nggak masalah sih. Dan entah kenapa, setelah melihat attack on titan, melihat kematian di anime lain rasanya lebih mudah diterima, karena kurasa Attack on Titan sudah menunjukkan kepadaku teror terseram akan kematian dan BANYAK. Jadi, kalau aku AOT aja sanggup nonton, pastinya yang modelan boku no hero academia gini nggak bakal bikin aku terlalu takut dengan 1-2 kematian dari tokohnya.

Jadi, mulai sekitar bulan lalu aku mulai rajin menonton anime. Sejujurnya aku juga nggak tahu kenapa aku jadi sangat menyukai anime, tapi semenjak Attack on Titan, aku apa ya... mungkin bisa dibilang demam anime! Yang sudah lama sekali aku nggak merasa segembira ini dalam melakukan sesuatu.

Aku bahkan membaca manhwa yang nggak pernah sempat kulakukan selama ini.

Tahun 2018, saat aku mulai menamatkan naruto aku sebenarnya mulai mencari beberapa anime yang kiranya worth it untuk menarik minatku. Aku biasa kembali pada anime-anime yang kuikuti sejak kecil seperti conan, ataupun inuyasha... yang pada saat itu sudah ketinggalan jaman sekali. Tapi karena aku memang sudah lama menyukainya dan tahu bagus, jadi aku kembali menonton.

Sayangnya, setelah naruto aku merasa sedikit memandang sebelah mata untuk menonton anime lainnya.

Nggak tahu kenapa, nggak ada yang menarik minatku.

Kumulai dengan attack on titan, tapi tetap nggak kuselesaikan.

Kulanjutkan dengan sword art online, tapi lagi-lagi nggak kulanjutkan.

Niatnya menonton animenya Inuyasha dan Conan, tapi.... aku nggak sanggup menyelesaikan. Selalu ada hal yang lebih menarik daripada anime-anime tersebut.

Dan akhirnya aku menyerah menjadikan anime sebagai tontonan favoritku. Aku hanya menonton genre-genre romance, yang sejujurnya, semakin banyak kutonton aku semakin cringe sama anime-anime yang genre romance.

Pada akhirnya, kekagumanku hanya berhenti di naruto saja.

Sekalipun aku tahu ada one piece yang sama bagusnya, aku tetap saja nggak tergerak menontonnya.

Kenapa ya? Entahlah, tanyakan pada diriku di masa lalu.

Berkat Attack on Titan yang mengganjal untuk kuselesaikan, dan berkat adikku yang setuju menontonnya bersamaku, sejak mengikuti ceritanya... ada sesuatu berkobar di dadaku selama aku mengikuti setiap episodenya.

OMYGOD. That's it is!

Anime yang aku pingin tonton dari dulu.

Entah apa alasanku di tahun 2018 nggak menyelesaikannya, aku nggak tahu. Mungkin terlalu takut dan ngeri sama ketragisan ceritanya. Tetapi aku menontonnya bersama adikku di tahun ini membuatku sangat bahagia bisa menikmatinya. Jujur saja aku nggak kepikiran akhirnya akan menyelesaikannya.Nggak lucu, tragis, dan tragedy. But you know what, aku nonton AOT karena nemenin adekku doang niatnya, nggak yang tertarik sampai akhir ngikutin ceritanya. Aku udah bilang kan, aku bakal menguji diriku sekuat apa aku nonton anime ini. Karena aku tahu tragedi dan sadis. Aku bilang, kalau ini aku kuat, nonton anime semacam Tokyo Ghoul pun aku pasti kuat. Dan itu yang mendorongku menontonnya.

Dan aku kuat.

Sekalipun tragedy, makan hati, mengiris dan menyiksa perasaanku, tetapi berkat Levi dirinya menyelamatkanku untuk melihat menonton setiap menitnya. Haha. Mungkin Levi ini bagaikan tali penyelamat untukku lanjut terus karena ia menimbulkan rasa rindu.. Pingin lihat dia lagi, pingin lagi dan lagi.Kalau dia nggak ada, yah, entahlah apakah aku akan lanjut akupun nggak yakin.

Selama berhari-hari aku nggak bisa move on dari karakter levi, dan akhirnya aku diselamatkan dengan menemukan karakter lainnya di anime berikutnya yang kutonton untuk tetap membuatku tenang dan senang.

Setelah itu, aku jadi butuh lebih dan lebih banyak anime serupa dan aku menonton Haikyuu dan itu membuatku lagi-lagi kegirangan, and then.. here.

My Hero Academy!



Sungguh, aku nyeseeeeellll banget kenapa nggak dari dulu-dulu-duluuuu tahu bahwa ada banyak dan lebih banyak anime yang sangat potensial untuk kutonton!

Kenapaaaaaa kenapa kenapaaaaa!?

Bahkan sampai saat inipun aku bingung kenapa aku terus-terusan nggak tertarik menonton drama korea lagi. Kenapa komik nggak ada yang seru. Kenapa novel nggak menarik minatku. Sampai-sampai aku takut nggak akan menyukai apapun lagi.

Tapi Attack on Titan berasa penyelamatku karena darisitulah aku akhirnya memutuskan, bahwa anime sekarang memang bagus-bagus semua, hanya aku saja yang sering salah pilih.

Ternyat aoh Ternyata. Setelah sekian tahun, ada banyak anime-anime yang meninggalkan kesan tak kalah dengan Naruto, dan sama bagusnya. Aku nggak tahu kenapa selama ini nggak tertarik.

Mungkin karena aku nontonnya nggak sendirian kali ya jadinya aku berasa kegirangan mulu.

My Hero Academy

Aku selalu selalu selaluuuuu uska banget sama anime-anima yang mengaitkan persatuan, kebersamaan, kerja sama, dan persahabatan, lalu dibalut dengan aksi yang luar biasa. Melihat banyaknya efek yang bisa diperlihatkan dalam sebuah anime berbentuk 2 dimensi adalah sesuatu yang secara perhatian sangat menarik minatku.

Itulah alasan kenapa aku sangat menyukai anime-anime dengan genre action.

Aku nggak sadar selama ini kalau ternyata genre tersebut sangat menarik.

Aku seharusnya sudah tahu dari dulu sih. Tapi karena aku sibuk memasukkan pikiranku dengan pernyataan bahwa aku cuma sukanya genre romance, aku jadi menutup pikiran untuk anime di luar genre tersebut.

Apa-apa setiap di tonton, yang dicari romancenya.

Padahal aku sendiri tahu, waktu menonton naruto pun aku nggak begitu peduli dengan genre romance di dalamnya dan focus pada nila-nilai yang diceritakan dalam anime itu.

So, walaupun sejauh ini baru AOT, Haikyuu, dan My Hero Academia yang kutonton, itu saja sudah cukup membuatku puas dan membuatku bahagia justru karena nggak mengedepankan kisah cinta di dalam ceritanya.

Aku nyaris malah nggak bisa tersentuh ataupun menangis untuk anime yang bergenre romance. Karena terlalu banyak Cringenya.

Romance yang bisa membuatku menangis itu hanya ada di novel, komik, dan drama korea. Selain itu failed.

Sedangkan dalam anime, yang selalu berhasil bikin aku kejer, atau menangis adalah kisah-kisah kebersamaan. Dan itulah yang kudapat dari AOT sampai My Hero Academia ini.

Dan meskipun Naruto bagiku masih anime nomor satu, kurasa My Hero Academia ini nomor dua. Aku rasa, aku jauh lebih menyukai ini dibandingkan AOT, meskipun AOT sama dahsyatnya. Kalau ini sih tinggal selera aja ya.

Aku suka My Hero Academia karena hubungan pertemanan dan persahabatan yang terus dijadikan tombak dan pamungkas dalam penceritaannya.

Yah, sama sama AOT dan Haikyuu sih, tapi aku nggak tahu kenapa adaaaa aja sesuatu di dalam anime ini yang bikin aku seolah-olah isinya bahagiaaaa mulu nontonnya. Yah, Haikyuu juga bahagia mulu sih, tapi ada sesuatu factor x yang nggak bisa akuu sebutkan yang bikin aku benar-benar sangat menggemari anime ini.

Mungkin aku akan menemukan anime lain juga sih di kedepannya, tapi sungguh aku dibikin cengeng berkali-kali karena terharu nonton ini.

Oya, di My Hero Academia ini… aku nggak bisa benci sama siapapun. Literally siapapun, yah, kecuali penjahatnya sih.

Maksud aku, di My Hero Academia ini SANGAT JELAS mana yang jahat dan mana yang baik, sehingga aku nggak perlu ketakutan melihat tokohnya seperti Bokugo atau Todoroki menghianati teman-temannya. Entah kenapa, justru semakin lama setiap tokoh semakin memunculkan rasa sayang yang begitu dalam dengan tokoh lain dan sama-sama menuju satu impian yang pasti yaitu sebagai Pahlawan.

Di Haikyuu, banyak persaingan, sehingga kadang ada lawan yang membuat kita gemas dan kesal walaupun di akhirnya tetap ada respek. Tapi nggak semua. Kalau di Haikyuu rasanya Cuma pingin membela tim Kurosano aja. Okelah, akhirnya mereka akan jadi atlet, tapi tetap saja persaingan mereka yang sehat itu kadang membuatku gemas.

Sedangkan di AOT, hmm nggak usah dijawab kali ya, tapi AOT itu serba abu-abu dan bias. Kita sudah nggak tahu lagi mana yang baik dan mana yang jahat.

Boku No Hero Academia ini mengingatkanku dengan Naruto karena sangat jelas antara yang baik dan yang jahat. Hmm apa jangan-jangan aku ini emang seleranya begini ya wkwk, entahlah, tapi poinnya karena sangat jelas itulah sehingga tujuannya juga menjadi sangat jelas, sehingga, apapun pertengkaran, perdebatan, dan duel yang terjadi di antara setiap tokohnya, pada akhirnya mereka akan dipaksa untuk menjadi satu dalam melawan penjahat sebagai penutup cerita. Tapi kalau Naruto sih jalan cerita juga udah abu-abu sih semenjak Sasuke berhianat hahaha makannya stop nonton sampai tamat.

Boku No Hero Academy ini seperti versi ringannya Naruto, dengan kemasan yang jauh lebih elit dan modern.

Seperti gabungan ninja di Naruto yang perang melawan pasukan Madara.

Gabungan pahlawan di Boku No Hero Academia yang akan melawan pasukan penjahat ini sangat sangat amat mengingatkanku dengan masa-masaku mengikuti Naruto.

Sudah jelas endingnya.

Walaupun mungkin ada pahlawan yang mati, itu wajar. Tapi aku nggak akan berakhir membenci mereka, dan itu adalah poin yang sangat aku senangi dari cerita ini.

Tapi mungkin banyak kali ya anime seperti My Hero Academy ini. Kalau nggak hati-hati kisah ini bisa jadi terlalu mainstream. Tapiii pengemasannya luar biasa sih. Antara nostalgia tapi juga menemukan sesuatu yang baru. Aku keingetan Alice Academy, karena Alice Academy itu komiknya keren banget tapi aku nggak tahu kenapa ya kok animenya nggak digarap serius kayak My Hero Academy?

Lalu, nonton Boku no Hero Academia ini rasanya kayak nggak pingin tamat gitu ya animenya.

Rasanya kayak pingin nonton terussss aja.

Tapi ya bagaimanapun,cerita ini akan memiliki tujuan yang sejak awal harus diselesaikan. Dan setelah selesai, ya sudah, tamat.

Sekalipun begitu, melihat aksi setiap tokohnya dan setiap kemenangan yang berhasil mereka raih nggak hentinya membuatku berjingkat kegirangan.

Kurang lebih curhatku gitu aja sih tentang My Hero Academy ini. Yang aku bingung,kenapa animenya di buat per season ya, nggak kayak Naruto yang di loss aja gitu episodenya? Adakah yang tahu?

Apakah karena My Hero Academy sejak anime pertamanya sudah jelas tamatnya akan bagaimana dan kapan?

Apakah kalau anime seperti naruto gitu nggak jelas kapan tamatnya makannya nggak dibuat season?

Maksudnya, My Hero Academy ini sudah sampai season 5 lho. Artinya bisa lebih dari 100 episode. Aku penasaran aja sih.

Tapiiii yah, aku bener-bener nggak sabaaar bangeeettt nunggu season 5 nya.

Senggaknya, Boku No Hero Academy ini nggak bikin aku mikir “nunggu tamatnya aja deh baru nonton”. Karena selalu ada pendinginan dan pemanasan di setiap Arc-nya dan kurasa itu cukup sangat aman untuk hatiku. Begitu juga dengan Haikyuu.


Salam, Adlina Haezah

Comments