Levi Ackerman di Attack on Titan (Shingeki No Kyojin) Tokoh Anime Terpopuler

levi ackerman di attack on titan shingeki no kyojin

Tokoh paling populer dan favorit dalam anime Attack on Titan atau Shingeki No Kyojin Levi Ackerman seorang kapten dari Survey Coprs atau tim pengintai. Tokoh yang memiliki kelengkapan dimensi karakter, memiliki kelebihan serta kekurangan tetapi sangat memikat dan membuat para gadis jatuh cinta dengan karakternya.


SPOILER Tersebar dimana-mana !!

LEVI ACKERMAN


Semenjak kemunculan pertama Levi di Attack on Titan, hingga terakhir di season 3nya, aku terus-terusan jatuh cinta sama karakter ini. Tanpa henti.

Rasanya kayak nemu idola baru, padahal dia cuma karakter anime.

Tapi aku harus mengatakan ini: 
Levi adalah tokoh yang paling manusiawi, seberapapun ia terlihat tanpa emosi.

Rasanya kayak pingin lihat levi lagi levi lagi levi lagi. Beneran bikin kangeeen itu cowok. Usianya 30 tahun, pendek, tapi kemampuannya bikin pingin tinggal satu rumah hahaha. Dan karakter dia yang konsisten dari awal hingga akhir itu bikin aku nggak bisa melepaskan dia dari pikiranku hahahha.

Kita tahu ya tentang Eren, bukannya aku nggak suka Eren. Sebagai karakter utama, Eren memang jauh lebih cocok mengemban tugas menyelamatkan dunia dan sebagai protagonis. Tapi Levi berada di tingkat dan level kedewasaan yang berbeda. Sifat dinginnya dia adalah sifat peduli. Si Eren... baiklah akhirnya jadi semacam fakboi, trus juga dia jadi dingin banget dan entah apa yang dipikirkannya kita nggak tau dia pingin berbuat apa, dia punya cara pandang dan cara berfikirnya sendiri. Dia pasti jadi idola utama... untuk para penggemar cowok hehe.. 

Aku sih, yang pertama masih Levi walaupun akhirnya dia di season 4 cacat pun, yang bikin aku tertarik sama dia adalah bagaimana mulutnya itu suka minta ditampol hehe. Awalnya sih itu, sampai makin kesini makin belajar tentang Levi dan bagaimana ia mampu mengatasi semua cobaan hidupnya yang sama sekali tidak mudah. 

Levi ini adalah tipe cowok yang tampak tidak peduli, tapi sesungguhnya dia adalah orang yang paling peduli dengan orang yang dia sayang. Belajar akan banyaknya kehilangan dalam hidupnya, membuat Levi tumbuh sebagai sosok cowok yang harus bisa bersyukur dengan apa yang ia miliki saat ini dan menghargainya dan menjaganya.

levi ackerman di attack on titan shingeki no kyojin

KENAPA POSTINGAN INI DIBUAT?

Postingan ini aku buat memang khusus untuk melampiaskan apa yang kurasakan dan kupikirkan tentang karakter ini. 

Aku juga mau ngumpulin adegan-adegan favoritku dalam Attack on Titan yang hampir sebagian besar adalah ada Levinya. 

Dia ini bukan tipe tokoh utama, dia juga nggak cocok sih jadi tokoh utama yang memikul beban berat seperti Eren, Levi ini cukup menjadi Levi saja dengan cara berpikirnya dia sendiri dan bagiku pribadi sudah cukup, dengan kemampuan iblisnya itu aja sudah cukup. Mungkin akunya sih yang suka sama karakter OP macam ini. Toh aku juga suka banget sama Boruto hehe..

Levi ini ya kalau diperhatiin, emang punya gaya sendiri untuk menyerang dan caranya pegang pedang juga nggak biasa, dan aku tahu itu hasilnya kalau belajar autodidak. Punya caranya sendiri jadinya.

Oya tokoh penting di tim pengintai juga ada Hanji dan Erwin. Kedua tokoh yang tidak boleh dilupakan sih saat membahas Levi, karena mereka inilah otak-otak yang membuat para manusia di dalam dinding sudah tidak se-clueless dulu lagi.

Apalagi pengorbanan Erwin dan taktiknya di saat-saat terakhir, yang akhirnya berhasil bikin misi untuk menutup tembok maria terlaksana, berakhirnya season 3, dan untuk pertama kalinya manusia di dalam dinding mengetahui rahasia dunia. Berkat Erwin inilah, akhirnya ruang bawah tanah berhasil dibuka. Waktu kematiannya itu juga bikin aku merasa gimanaaa gitu. Saat harus milih Armin dan Erwin, itu adalah dilemaku sebagai penonton juga.

Obat Rindu dengan karakter Levi

Jadi, untuk pengobat rinduku pada Levi, aku sengaja bikin artikel khusus, jadi kalau pingin lihat Levi tinggal kesini deh. Oya gara-gara aku nonton OVAnya Levi jadi keinget sasuke bener deh, jawaban pendek-pendeknya itu lho haha.. Sumpah, nggak bisa nggak keinget sasuke. Miriiippp.. >.<

Kompilasi 1

Kompilasi 2

Levi's screen Time

Levi's Screen Time in season 1

Bagian Levi itu dari season 1 yang langsung jadi favorit ada banyaaaak banget. Nah ini kompilasinya yang aku dapat dari Youtube. Udah cukup mewakilkan apa yang ingin kulihat dari tokoh ini sih sejauh ini ya, tapi kalau ada lagi akan aku update disini.

Cerita pertarungan Levi vs Kenny ini menarik banget ya buat aku, terutama ketika tahu siapa Kenny itu, dan disini adalah pertama kalinya Levi mendeklarasikan bahwa mereka akan melawan manusia bukannya Titan. Mantul nggak tuh. Levi, udah biasa banget ya bunuhin orang wkwkwk.
 
Adegan favoritku, waktu Levi ngagetin kelompoknya Kenny pake bom dan bom asap, kemudian dia hitungin satu per satu orang-orang musuhnya disana ada berapa orang. Trus langsung aja, sabettt.

KEDALAMAN KARAKTER LEVI ACKERMAN 

PADA ATTACK ON TITAN



Untuk yang mengikuti OVA nya Levi pasti tahu dong gimana cerita awal Levi bergabung ke Survey Corps. Ternyata tidak seperti anggota lain, Levi tidak melewati masa bertahun-tahun di militer seperrti Eren dkk. Dia sejak awal belajar autodidak dan masuk Survey Corps dengan jalur khusus, alias akselerasi, alias... apa ya.. pokoknya tiba-tiba diterima gitu aja haha. Dan ini adalah bagian dimana Levi ngamuk sengamuk-ngamuknya. Amukan seperti disini sebelumnya aku nggak pernah lihat sih. Parah banget, Levi disini kayak iblis, mungkin darah Ackermannya bangkit disini kali ya. Serem banget, tapi yaaa tetep cintalah saya mah. 


So, let's talking about this song. 

Disini aku akan bercerita kenapa aku sangat jatuh cinta dengan karakter Levi.
Aku bahkan merasa ingin menangis saat menuliskan ini. Sungguh.

Kehidupan yang berawal dari Tragedi

Lagu ini dari aku nonton OVAnya abang Levi, udah jatuh cinta. Pertama, sama petikan gitarnya. Kedua, sama visual yang ditampilkan setiap kali lagunya ini muncul. Dan ketiga, akhir dari ceritanya yang sediiih banget, pun dibarengi dengan lagu ini. Seriously thought, setelah selesai nonton 1 jam kehidupan Levi, tiap kali aku denger lagu ini bawaannya pingin nangis mulu. Inget scene dimana Levi keluar dinding untuk pertama kalinya: didampingi 2 sahabat terdekatnya, Isabel dan Farlon yang menemani hari-harinya semenjak di bawah tanah. Kemudian sahabatnya meninggal dengan tragis, dan setelah itu Levi yang tidak tahu harus kemana akhirnya memutuskan untuk mengikuti Erwin. Dan ada scene yang dia keluar lagi dari benteng, sendirian doang, tapi tetap melihat langit (aku merasa itu disimbolkan bahwa Levi tetap bergerak maju), dan beneraaan aku merinding. Dia sekuat itu lho.

Maksudnya, okelah, kita tahu bahwa hidup tokoh utama kita, si Eren, adalah yang paling menderita sepanjang cerita, tapi kisah hidup Eren memiliki sisi personal yang berada di tingkat berbeda. Ini bukan Levi dan umat manusia seperti halnya Eren, ini adalah tentang Levi dan dirinya sendiri. Dan itu yang membuat perbedaan.

Karakter Levi yang langka, yang kita kenal sampai detik ini di arc Attack on Titan bukanlah tanpa alasan. Kesinisannya, sikap dinginnya, sikapnya yang tidak ingin terikat oleh apapun, kekuatannya, secara tiga dimensi ia dibentuk begitu detail hingga rasanya ia sangat nyata sampai tahap personal kepada siapapun yang menonton kehidupannya.

levi dan kenny bertemu pertama kali
Menurutmu yang melihat gambar ini. Apa yang harus dirasakan seorang anak kecil ini? Seorang anak yang tidak tahu kenapa ia bahkan dilahirkan. 


Levi adalah karakter yang sejak kecil tidak bersentuhan dengan kebahagiaan.

Tidak seperti Eren, yang setidaknya sempat memiliki bentuk keluarga idaman, meskipun akhirnya direnggut, Levi sejak awal tidak memilikinya. Hidup bersama sang Ibu yang pelacur, meninggal di atas kasur, membiarkan si anak menonton kematian ibunya tapi bahkan anak itu sendiri sudah terlalu lama tidak makan, bukanlah awal kehidupan yang baik untuk sebuah tokoh yang bisa memiliki harapan. Apa yang harus dirasakan oleh anak ini? rasa dendam? marah? kepada siapa?

Sejak awal hidupnya, Levi sudah dihadapkan pada kenyataan bahwa di dunia ini tidak ada yang abadi. Dan bahkan kebahagiaan itu sendiri tidaklah abadi.

Pola pikir yang seperti itu tertanam di kepalanya secara tidak sengaja, sehingga ia belajar bahwa ketidakabadianlah yang nyata di dunia ini.

Itu, dasar yang membuat Levi tumbuh sebagai laki-laki yang sinis. Ia tidak percaya dengan kebahagiaan abadi, sehingga setiap kali ia bersentuhan dengan kebahagiaan, sesungguhnya Levi dihadapkan pada ketakutan bahwa hal tersebut akan menjadi sesuatu yang berharga hingga dirinya akan sulit melepaskan.

Levi yang pernah dihadapkan oleh kematian Ibunya yang menyedihkan. Sebuah kehidupan yang sejak awal tidak memiliki tujuan dihadapkan kembali oleh perginya Kenny sebagai satu-satunya figur orang tua untukknya. Sekalipun tidak ada yang benar dari cara Kenny membesarkan Levi. Anak itu masih belum beranjak remaja saat diajarkan caranya memegang pisau dan membunuh. Dan anak ini belum beranjak dewasa ketiga ia ditinggal dan dibiarkan hidup sendiri. Itulah Levi.


Levi kembali belajar, bahwa dirinya bukanlah sosok yang bisa dicintai. Tapi ia tahu caranya untuk bertahan dikehidupan yang keras ini.

Kemudian dirinya bertemu dengan Farlan, dan Isabel yang selalu memanggilnya dengan sebutan 'aniki'. Itu mungkin adalah ikatan pertama yang tidak sengaja terbentuk karena kedua orang itu terus-terusan tidak mau meninggalkan sisinya. Dan secara tidak sengaja, kedua orang ini menjadi berharga untuk Levi pribadi.

Hingga Levi kembali belajar, bahwa resiko mencintai seseorang sebegitu besarnya adalah rasa sakit tak tertahankan ketika orang tersebut meninggalkannya.

(anjir, aku nulis ini kenapa mau nangis yak :')


Sempat baginya berharap, bahwa kehidupan yang lebih baik akhirnya datang kepadanya. Bahwa dunia mungkin masih bisa tertahankan.


Memiliki orang-orang berharga membuat Levi memiliki tujuan baru: membuat orang-orang yang disayangi bahagia dan tercapai apapun keinginan mereka.

Levi tidak pernah egosi.
Memikirkan tentang dirinya sendiri akan percuma.
Jadi ia lebih memilih untuk memikirkan orang lain.


Kehidupan Baru tanpa Ekspektasi

Levi kembali mengeraskan hatinya, dan mengikuti siapa saja yang bisa membawanya ke arah yang lebih tenang dan lebih damai, dan bertemulah ia dengan Erwin.

Bertahun-tahun Levi mengikuti kata-kata Erwin, dia pikir ia berhasil melepaskan ikatannya dengan orang-orang disekelilingnya. Tapi memang, manusia adalah makhluk sosial yang sesungguhnya tidak bisa hidup seorang diri. Tanpa sadar, Levi kembali memiliki orang-orang dipercaya dan berharga baginya. Skuad spesial dari Tim Pengintai yang dipimpin Levi, tim yang dipilih oleh Levi sendiri, mereka bekerja bersama selama bertahun-tahun. Dan kembali, Levi harus mau menerima bahwa ia tidak akan bisa melindungi orang-orang tersebut. Scene dimana semua anggota Levi mati tragis demi melindungi Eren adalah sesuatu yang sangat menyayat hati. Levi tentunya sudah memiliki kepercayaan begitu besar pada timnya, bahwa timnya bukanlah tim yang akan mudah mati, sehingga ia bisa lebih lama merasa memiliki tanpa takut kehilangan.


Mencoba Tidak Merasa, Gagal

Adegan ini adalah adegan dimana Levi menemukan 3 orang paling dipercaya mati di hadapannya. Kamu pasti bisa melihat bahwa Levi sudah berusaha keras untuk tidak merasakannya. Karena ia sudah belajar betapa sakit kehilangan orang yang dicintai. Ia bahkan berusaha menerima dan tidak murka maupun marah, menerima bahwa kehidupannya memang seperti itu: selalu kehilangan orang yang berharga. Levi sudah mencoba untuk menahannya, dan... lihatlah ekspresinya, Levi berusaha menekan amarahnya, dan berusaha untuk tetap tenang bahkan demi dirinya sendiri. Tapi justru karena caranya bertahan itulah kita tahu betapa menahannya adalah sangat menyakitkan. Dan membalas perbuatan dari orang yang menyakiti mereka adalah cara terbaik. Levi mengamuk tentu saja, tapi untuk menyadari bahwa yang pergi darinya tidak akan kembali.

Oya, ada adegan ketika Levi mencopot logo Sayap Kebebasan dari teman-temannya, yang kemudian ia sebut sebagai tanda bahwa itu adalah bukti orang-orang ini hidup. Dan, tahu, kekuatan Levi berikutnya adalah ketika ia menggelindingkan teman-temannya untuk dimakan Titan hanya agar orang yang masih hidup selamat. Kedewasaan Levi sudah teruji dimana ia paham betul, bahwa orang yang sudah mati ya .. sudah, mati.

Sebenarnya Levi ini mirip dengan Erwin, hanya bedanya Erwin memiliki tingkat kedewasaan yang berbeda lagi.

Well, aku akan posting klipnya kalau sempat, tetapi yang paling penting adalah aku harus menuliskan betapa kuatnya karakter Levi secara mental dan secara emosional. Karakter yang sulit kamu temukan.

Bersikap seolah tanpa emosi, padahal secara tidak sadar ia sangat peduli

Sudah kehilangan mereka semua, dan Levi masih memiliki Erwin yang diikuti olehnya. Erwin menjadi sosok kakak yang sekaligus menajadi orang penting untuk Levi. Itu adalah kenyataan yang tanpa sadar terjadi karena mereka harus bekerja berdua. Kemudian Levi meletakkan kepercayaannya yang begitu besar kepada Erwin karena ia merasa Erwin lebih kuat darinya, sehingga Erwin mungkin tidak akan meninggalkannya secepat teman-teman yang lain. Belajar dari pengalaman hidupnya yang menyakitkan, Levi kembali mengeraskan hatinya. Ia selalu bersikap seolah tidak peduli, seolah semua hanya sikap profesionalismenya saja, tetapi kepercayaan selalu secara penuh ia berikan kepada Erwin.



Ingat adegan ketika Levi berusaha menyuruh Erwin untuk tidak ikut dalam ekspekdisi mereka untuk menutup gerbang Maria? Levi sangat bersikeras untuk meminta Erwin tinggal, dengan caranya yang tampak jahat tetapi sebenarnya itu karena kekhawatirannya yang begitu besar. Tentu saja, jika bicara tentang Erwin, Levi akan kalah. Sehingga ia hanya bisa percaya lagi kepada Erwin. Cara bicara Levi yang bahkan terkesan mengancam ini, menunjukkan betapa secara level emosional, Erwin adalah orang yang sangat penting untuk Levi. 


Menjadi semakin dewasa karena hidup

Hingga dititik itu.
Ketika Levi bersumpah akan menghabisi Beast Titan.

Kamu pasti bisa melihat amukannya, dan bagaimana ia terus memegang sumpahnya, yang kemudian menjadi tujuan utamanya setelah kematian Erwin. 

Hal yang paling menyakitkan dari adegan ini adalah, bahwa Levi tahu bahwa Erwin akan mati. Itulah kenapa ia mencoba sebisa mungkin tidak merasa goyah dengan keputusan Erwin, atau kenyataan bahwa sosok itupun akan segera meninggalkannya.

Levi bersumpah akan mengalahkan Beast Titan, dan itu adalah satu-satunya hal yang membuatnya masih berusaha maju.

Sisa harapan untuk merubah takdir

Bahkan caranya memilih antaran Erwin dan Armin. Mengingat kehidupannya di masa lalu, wajar tentunya jika ia memikirkan dirinya sendiri dan secara egois memilih Erwin. Tapi kita juga melihat betapa tersiksanya Eren dan Mikasa mengetahui bahwa Armin akan dibiarkan mati begitu saja.


So, kita sudah tau bagaimana kesiapan Levi sebelumnya, akan Erwin yang sudah pasti mati, dan ia sendiri yakin Erwin sengaja memimpin gerakan bunuh diri dan tidak akan menyelamatkan dirinya sendiri.

Lalu, ketika Erwin dibawa Floch dan dibilang masih hidup, ekspresi apa yang ditampilkan Levi? Itu ekspresi seolah Levi sedang mengais sisa-sisa akan kemungkinan nasibnya yang bisa berubah. Tapi tidak, Levi tetap akan kehilangan orang yang berarti baginya. Lagi, lagi, lagi, dan lagi.

Aku baca di komentar youtube, bahwa Isayama katanya pernah berkata bahwa semenjak kepergiaan Erwin, Levi ini sudah seperti bom yang akan siap meledak.

Dan disaat-saat seperti itupun, Levi harus bisa menilai secara objektif. Jujur saja, menurutku jadi dia adalah sesuatu yang sangat menyiksa.  Belum lagi mikasa yang nangis, eren yang nangis.. sumpaaaah itu terlalu sedih.

Ikhlas itu berat, tapi untuk maju wajib dilakukan

Yuk nangis bareng-bareng yukk,, dilemanya Levi lihat deh ekspresinya, aku nggak kuatttt...

Aku setuju Erwin diselamatkan, karena dia bisa membawa kemajuan sepesat ini meskipun di akhir kurang dari 10 orang pasukan pengintai yang berhasil diselamatkan.

Sedangkan Armin... well, sayangnya aku juga setuju dengan penyelamatan Armin. Levi mengambil keputusan yang sangat berat tapi sebenarnya cukup bijak. 

Kalau Levi menyelamatkan Erwin, Erwin yang sudah punya pengalaman pasti bisa memastikan komando berjalan lancar seperti pada saat detik-detik Levi mengalahkan Beast Titan. Kemudian Erwin pasti juga akan sampai ke bawah tanah dan mendapatkan 3 buku rahasia itu. Di posisi ini, sebenarnya tanpa ide dari Armin, mungkin Kolosal Titan tidak akan bisa diselamatkan. So, Erwin dan Armin sama-sama memberikan opsi bunuh diri untuk membuat Levi maupun Eren kemudian dapat menyerang dan mengalahkan titan utama mereka, dikala Reiner sudah ditundukkan oleh Mikasa dkk.

Meskipun secara pengalaman Erwin lebih unggul, Levi juga mencoba mempertimbangkan apa yang akan dilakukan Erwin dan Armin jika sudah mendapat rahasia di bawah tanah. Setidaknya, Armin masih memiliki semangat menggebu untuk melihat lautan dikala Erwin belum tahu apa yang akan dilakukannya jika rahasia tersebut sudah terbongkar. Levi melihat semangat Armin, seorang yang masih memiliki keinginan hidup dengan begitu besarnya.


Kedewasaan akan Rasa Syukur

Kalau kita mengikuti kisah Levi secara sungguh-sungguh dan bagaimana caranya menghadapi semua kehilangannya, kita tahu bahwa Levi bukanlah orang yang penuh dendam. Ia pasti marah, dan ia akan melampiaskan amarahnya. Tetapi ia tidak akan dendam terlalu lama. Ia menerima nasibnya dan itulah yang membuatnya bisa melangkah. Tujuannya terus berubah, satu amarah terlampiaskan, kemudian ia akan membuat tujuan baru.

Disini kita akan belajar dari Levi bagaimana caranya untuk ikhlas. Ketika berusaha untuk tidak terkait dan terikat dengan segala hal di dunia, itulah pelepasan dan kebebasan yang sesungguhnya. Aku berharap Levi paham konsep Ketuhanan sehingga ia tidak selalu merasa sendiri. Karena melihatnya tidak benar-benar punya pegangan adalah hal yang sangat menyakitkan. Percaya bahwa ia ditakdirkan seorang diri juga menyakitkan. 

Kalau Levi kemudian tumbuh sebagai Levi yang kita kenal sekarang, tentulah kita tahu kenapa ia bisa menjadi seperti itu.

Karakter Levi adalah karakter Anime yang secara emosional menurutku paling realistis. Kurasa itulah kenapa dia sangat populer. Kesempurnaannya dalam bertarung sebanding dengan ketidaksempurnaan akan kehidupannya.

Salam, Adlina Haezah

Comments