Review Drama Korea Kerajaan: Empress Ki - Aneka Catatan

WARNING!

Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review Drama Korea Kerajaan: Empress Ki

Di bawah ini aku akan bahas tentang drama korea empress ki, tentang berapa panjang episode drama ini, tentang para pemeran dan tokoh di drama empress ki, dan apa tanggapanku tentang empress ki episode terakhir. Aku juga akan membahas tentang Ji Chang Wook yang diletakkan sebagai second lead male jika mengutip empress ki di wikipedia. Mau cek? Langsung aja yuk scroll ke bawah ..

(SPOILER ALERT!) (SPOILER ALERT!) (SPOILER ALERT!)

Mungkin ini terakhir kali aku nonton drama korea panjang kayak begini..

Alasannya?
Terlalu menyakitkan untuk diikuti.

Aku sendiri sebenarnya bukan tipe penonton drama korea yang bisa mengikuti cerita-cerita yang terlalu menyakitkan dan rada tragis macam cerita drama kerajaan yang episodenya panjang kayak gini. Di dalamnya terlalu banyak pengorbanan, dan untuk drama ini aku lebih nggak sanggup nonton karena Ji Chang Wook disini dapat peran yang kasiaaan banget. Huh.

Yups.. alasan utamaku menonton drama ini jelas karena Ji Chang Wook dong, jadi sudah dipastikan aku pasti bakalan banyak nunggu part dia di drama ini. Wah, tapi ternyata peran yang dia mainkan di drama ini harus kuakui cukup menyakitkan untuk ditonton. Aku nggak tegaaaa~ *nangis guling-guling*. 

Postingan ini aja kan awalnya mau aku buat untuk review khusus Ji Chang Wook di drama ini ya.. eh tapi ada tokoh lain yang rasanya juga pingin aku bahas, trus aku juga pingin sedikit bahas ceritanya juga jadi akhirnya aku bikin review secara keseluruhan saja ya.

EMPRESS KI




Empress Ki adalah sebuah drama korea dengan tema kerajaan/saeguk/kolosal/historical, just name it.. yang tayang tahun 2013 *oke seperti biasa aku telat nontonnya*, dan drama ini cukup terkenal di tahun itu karena ketika kuingat-ingat... emm.. aku sering dengar drama ini di koar-koarkan untuk ditonton, hanya saja karena panjang aku sendiri langsung nggak tertarik nonton. Pertama, ini drama kolosal, which is aku tau banget tuh drama kolosal korea isinya suka gimana gitu.. trus kedua, panjang episodenya cukup untuk membuatku mengurungkan niat, dan ketiga, selain Ha Ji Won saat itu aku nggak terlalu familiar sama tokoh lainnya apalagi saat itu aku belum kenal Ji Chang Wook jadi menurutku ya dia biasa aja gitu nggak menarik minat untuk menonton. Akhirnya diputuskan aku nggak akan tonton drama ini.

Jumlah episode drama korea empress ki ini adalah 51 episode, iya.. menurutku itu aja udah panjang banget. Dan aku tau banget nih, drama korea saeguk biasanya makan hati waktu nontonnya, dan tema-tema yang diangkat sekalipun menarik tapi memang bisa jadi sangat berat.

Tapi memang pesona Ji Chang Wook kuat banget sih ya, jadi serasa sayang banget kalau aku yang baru jadi fans barunya dia ini nggak mengikuti perkembangan akting dia. Awalnya sih sempet pesimis mau nonton karena di setiap overview yang aku buka, nama Ji Chang Wook selalu diurutan ketiga. Kayak.. why? kenapa dia nggak jadi tokoh utama? kenapa jadi peran orang ketiga? *soalnya kan sering gitu tuh kalau ada second lead male, biasanya dapet peran yang paling kasian dan dia jadi orang yang bertepuk sebelah tangan, hiks*. Karena aku tau nasibnya second lead male itulah maka aku eerrrr nggak mau banget nonton drama ini sekalipun aku penasarannya setengah mati.

Tapi... suatu hari yang cerah, aku menemukan MVnya empress ki dan aku curiga... lho, kenapa sering banget ya MV-MV nya ini isinya kok Ji Chang Wook sama Ha Ji Won? jadi banyak yang ship dua pasangan ini. Sekalipun dia orang ketiga, biasanya nih ya.. penonton tetap POV ke lead male-nya. Trus aku kan kepikirannya.. aku kira perannya Ji Chang Wook ini licik, jadi kayak taulah.. dia nggak bisa mendapatkan tokoh utama ceweknya trus cari cara-cara licik buat mendapatkan ceweknya ini. Meskipun ada sih bagian ini.. tapi akhirnya aku memutuskan 'oke, aku akan nonton' adalah ketika aku melihat ending drama ini dan ternyata di ending itu yang dilihatin justru scene-nya Ha Ji Won sama Ji Chang Wook, anehnya kok bukan sama Joo Jin Mo yang jadi first lead male-nya? Oh baik baik.. kalian pasti berfikir 'aelah nonton drama aja kudu banget dianalisis ya?'.. itu semata-mata cuma biar aku nggak kecewa aja kok. Karena ini drama panjang banget men! Jangan sampai aku sia-sia nonton drama ini karena marah sama perannya JCW.

Somehow, aku akhirnya mengerti bahwa kemungkinan peran JCW disini adalah peran yang kepentingannya sampai-sampai bisa menggeser peran tokoh utama di akhir cerita. Setelah menonton cuplikan episodenya dan paham bagaimana kemunculan dia di awal cerita.. nah, disitulah akhirnya kuputuskan untuk mulai menontonnya.



Setelah berjalan beberapa episode drama ini aku juga akhirnya mengerti maksud dari judul ini dan hubungannya dengan peran Ji Chang Wook. Jadi, di cerita ini ada dua orang raja: raja Goryo dan raja Yuan. Nah, si raja Yuan ini panggilannya bukan raja melainkan Kaisar, dan ini peran yang dimainkan oleh Ji Chang Wook. Awalnya aku kira Kaisar itu di bawah raja atau gimana kek.. tapi ternyata 'Kaisar' itu adalah salah satu sebutan untuk penguasa negara, kayak presiden gitulah mungkin ya. Nah, bahasa Inggris dari Kaisar ini adalah Emperor, yang istrinya yang merupakan Permainsuri itu disebut dengan kata Empress. Tokoh utama cewek disini namanya Ki Seung Nyang, yang ternyata namanya itu dijadikan judul yaitu Ki. Jadi, otomatis arti dari Empress Ki pada judul terkait dengan tokoh bernama Ki yang nantinya akan jadi istri Kaisar Yuan. Berarti perannya Ha Ji Won akan berakhir sebagai pendamping dari peran yang dimainkan Ji Chang Wook sebagai Kaisar (Emperor).

Nah? Jadi kenapa Joo Jin Mo masuk sebagai first lead male-nya? Drama ini kan drama kolosal, banyak bagian yang memang diadaptasi dari kisah sejarah aslinya, jadi banyak hal yang tak terduga di drama ini. Peran yang dimainkan Joo Jin Mo sebagai tokoh raja Goryo memiliki porsi yang sama besar dengan perannya Ha Ji Won, tetapi mereka bergerak secara terpisah... jadi Wang Yu sibuk dengan pemulihan tahtanya sebagai raja Goryo, si tokoh Sung Nyang sibuk dengan perjalanannya untuk jadi Empress. Nah, si tokoh Ta Hwan ini adalah tokoh pendamping dari perjalanan Seung Nyang untuk sampai diposisinya sebagai Empress itu. Lebih lengkap akan dibahas nanti satu persatu yah.

Kalau kisah cinta di drama korea empress ki?
Ya, 50:50 sih ya porsinya untuk pengisahan cinta segitiga ini, dan lebih ke cinta vs takdir kalau di versuskan gitu, ternyata takdir yang menang. Jadi paham kan?

Bermodalan ketahuanku bahwa Ji Chang Wook bakal dapat peran yang cukup adil jadi kuberanikanlah untuk lanjut hingga akhir cerita. *walaupun ternyata banyak dapet peran lemah sih*

CERITA

the best costume.. kemegahan pakaiannya kerasa bangetttt suka banget aku ya Allah

Bagian pertama review ini akan aku mulai dari cerita Empress Ki sendiri.
Seperti drama-drama kolosal Korea pada umumnya, jangan berharap kisahnya akan happy ending, justru ceritanya seringkali tragis, dan penulis naskahnya biasanya juga sadis-sadis kalo bikin cerita-cerita kolosal Korea. Makannya, aku nggak berharap banyak waktu memutuskan untuk menonton drama ini. Itu juga jadi alasan aku nggak mau nonton sendiri dan ajak temen untuk menyelesaikan drama 51 episode ini, karena takut sedih dan nggak sanggup kalau dipendam sendiri.

Demi Ji Chang Wook, Empress Ki jadi drama kolosal pertama di atas 20 episode yang aku tonton. Cuma demi lihat aktingnya JCW aja.

Garis besar ceritanya berpusat pada seorang wanita kelahiran Goryeo yang dijadikan upeti perempuan ke negeri Yuan bernama Seung Nyang. Karena merasa hidupnya tidak adil ditambah kematian ibunya selama perjalanan, dengan dendam dalam hatinya berhasil membawanya menjadi seorang pendekar dimana ia menyamar menjadi seorang laki-laki. Kemudian ia bertemu dengan Wang Yoo (raja goryeo) dan membawanya menjadi bawahan dari Wang Yoo tersebut. Lalu ia bertemu dengan kakak Kaisar Yuan bernama Ta Hwan yang saat itu tengah diasingkan dan direncanakan akan dibunuh di tanah Goryeo. Wang Yoo merasa tidak terima atas perlakuan Yuan sehingga berusaha menyelamatkan Ta Hwan dari buruan orang di negaranya sendiri tersebut bersama dengan Seung Nyang. Nah, disini inilah perasaan Seung Nyang mulai terbagi antara rasa cinta dan kesetiaannnya pada Wang Yoo dan kasih sayangnya kepada Ta Hwan yang tampak begitu kasihan karena lemah dan tidak bisa melakukan apa-apa dalam membalas orang-orang yang niat membunuhnya. Tapi karena suatu kesalahpahaman Nyang jadi membenci Ta Hwan dan berniat balas dendam saat ia akhirnya digiring kembali ke Yuan untuk menjadi pelayan Istana. Saat itu Ta Hwan naik tahta menjadi kaisar setelah kematian adiknya. Jalan cerita nantinya akan membawa Nyang terpaksa harus memilih jalan dimana ia memutuskan untuk menjadi selir dari Ta Hwan.

Drama ini bikin aku sesak nafas karena sedih tak berkesudahan. Kisah cinta segitiganya, pengorbanannya, salah pahamnya, dan paling terasa buatku yang udah pasti POV Ji Chang Wook, peran dia adalah peran yang paling bikin aku gampang meneteskan air mata. Dia... aku akan lanjutkan nanti di part khusus dia.

Kesedihan drama ini tuntas, nggak tanggung-tanggung, di akhir cerita udah nggak kehitung lagi berapa tokoh penting, tokoh pendukung, tokoh protagonis yang di bunuh oleh si penulis naskah dalam drama ini hiks. Bikin kita suka sama satu tokoh kemudian dibikin jumpalitan karena nggak tega lihat mereka digituin. PHP di drama ini memang terbaik dan ini yang bikin aku nggak suka sama efeknya. Udah gitu lagunya ya, aku lihat cuplikan FMV drama ini aja  udah bisa bikin nangis lagi. Jelas, ini drama yang bikin kepikiran lama dan susah move on.

Hal menarik lainnya dari drama ini adalah background cerita, yaitu fokus cerita yang berlatar belakang dinasti Yuan, dimana Yuan ini aku baru tahu kalau itu bukan Korea, melainkan Cina. Jadi ini drama Korea yang background ceritanya adalah Cina. Tetapi hebatnya, drama ini secara totalitas bisa menggambarkan latar belakang Yuan dengan sangat epik dan total, jadi emang drama ini mau ceritanya bukan cerita Korea pun tetap mereka membuatnya dengan sempurna terutama pada bagian properti dan wardrobe, aku sih nggak bisa berhenti kagum. Belum lagi riset tentang situasi pada masa itu dan penjelasan akan tempat maupun tokohnya (dalam sejarah) sangat mudah dipahami, untuk sebuah cerita yang berlatar belakang negara lain. Itu, aku jelas harus memberikan apresiasi. Penggambaran negeri Cina secara tuntas pada saat itu, aku sama sekali nggak heran kalau kemudian drama ini jadi begitu terkenal di Cina sendiri.

Dan aku sebenarnya bertanya-tanya kenapa ya pada saat itu Cina berusaha untuk menjadikan Korea salah satu provinsinya? Apakah Cina sebegitu berpengaruhnya? Dan aku mendapatkan jawabannya.. oh, ternyata ini...


Lihat ya petanya? Korea itu sekecil itu doang, ya wajar pada saat itu daerah sekecil itu diperebutkan. Untuk satu pulau pasti si penguasa pingin memiliki seluruh pulau, tapi ada secuil wilayah yang menolak untuk dijadikan satu bagian sehingga terjadilah perang terus-menerus seperti yang diceritakan pada drama ini. Tapi akhirnya memang Korea nggak bisa digabungkan dengan Cina, kekukuhan mereka juga inilah yang bikin Korea bertahan hingga saat ini kan?

Trus, dari peta ini aku juga jadi paham kenapa mongolia sering disebut-sebut sebagai Yuan utara dan sebagai tempat asli dari orang-orang Yuan. Oh, ternyata posisinya itu memang di utara dan berdiri sendiri, jadi aku akhirnya paham juga dari sekilas peta di atas ini.

Honestly speaking, drama ini pun bukan drama sempurna yang eksekusinya berhasil dari awal hingga akhir episode. Menurutku drama ini juga punya banyak sisi-sisi lemah yang jadinya ikut melemahkan bagian-bagian yang sudah kuat dibentuk. Meskipun esensi kesedihannya adalah yang terbaik, eksekusi ceritanya masih terlalu bercabang menurutku.

Bagiku drama ini terbagi atas tiga bagian:
Bagian awal - tengah - akhir.

Bagian awal bercerita hingga El Temur tiada, bagian kedua bercerita tentang posisi-posisi baru di Istana setelah kematian El Temur, dan bagian ketiga adalah akhir dari keseluruhan cerita.

Bagian terbaik dari tiga bagian ini menurutku adalah bagian pertama. Kemudian, bagian ketiga, dan bagian kedua adalah bagian paling membosankan untukku.

Di bagian pertama cerita masih cukup ringan karena disini kita diajak untuk dekat dengan masing-masing karakter terlebih dulu. Memilih mana yang disukai dan mana yang dibenci. Mau ikut POVnya siapa. Di bagian pertama ini kita bakalan suka sama Ta Hwan yang ceritanya sedang diasingkan untuk dibunuh *ini bukannya kamu aja yang suka?*, well, temenku yang bukan penggemarnya Ji Chang Wook juga langsung suka sama tokoh TaHwan ketika kemunculannya. Why? karena dibandingkan tokoh-tokoh lainnya yang muncul dengan membawa kebencian mereka masing-masing, tokoh TaHwan ini muncul dengan ceria, dengan sifat yang paling berbeda dari yang lainnya. Itulah kenapa kita langsung digiring suka. Dan naik turun di bagian pertama ini adalah menceritakan dari bagaimana seorang Kaisar pengecut dan bodoh akhirnya bisa menghabiskan tokoh antagonis paling berpengaruh di sepanjang cerita, meskipun dengan bantuan Ki Seung Nyang lho ya. Perkembangan yang menarik ini yang membuat kita nggak bisa beranjak dari duduk dan terus penasaran untuk menyaksikan kisah dari Kaisar ini sendiri.

Bagian kedua adalah bagian yang bagiku amat sangat membosankan, adalah ketika El Temur yang jadi musuh utama akhirnya kalah dan mulai muncul masalah-masalah baru. Tokoh-tokoh yang sebelumnya bekerjasama mulai saling berkhianat satu persatu dan menyaksikan tokoh-tokoh ini haus akan harta sisa dari El Temur membuatku jenuh. Penceritaannya habis berepisode-episode untuk masalah yang itu-itu saja tanpa penyelesaian yang cepat, dan menurutku bagian ini terlalu bertele-tele. Padahal, kalau melihat timeline ceritanya, seharusnya eksekusinya bisa lebih cepat. Apalagi hasil dari penceritaannya juga tidak memberikan dampak yang signifikan sampai-sampai harus membutuhkan waktu sebegitu lamanya untuk diselesaikan.

Bagian ketiga adalah bagian penyelesaian drama ini, dimana penghianat baru satu-persatu dihabiskan hingga ke akarnya. Disini tempo ceritanya kembali cepat, dan masalah-masalah cerita cepat diselesaikan. Meskipun begitu, disini tumbuh love-hate pada tokoh-tokohnya. Yang awalnya disukai disini jadi dibenci. Untung saja menjelang akhir kedudukan tokoh dalam cerita dikembalikan ke tempat masing-masing.

Jadi kesimpulannya, menurutku pribadi, sebenarnya drama ini bisa diceritakan kurang dari 51 episode. Ada beberapa episode yang menurutku terlalu wasting time dan nggak begitu penting untuk terlalu lama diceritakan dan hasilnya sebenarnya sama saja, mau diselesaikan cepat atau lambat, tapi kan lebih efektif kalau lebih cepat diceritakan.

Drama ini sebenarnya menyajikan 3 hal yang paling kubenci pada sebuah cerita, dan biasanya ketika aku tahu cerita-cerita kayak gini bisa dipastikan akau nggak bakal nonton.

1. Ending yang tragis, sad ending, nggak adil. Ini adalah yang biasanya jadi syarat pertama untuk drama yang menentukan apakan drama tersebut akan aku tonton. Sad ending tapi adil mungkin aku masih bisa terima. Tapi drama ini nggak adil. Kenapa nggak diceritakan dengan cara lain saja? Kenapa hingga detik-detik terakhir harus begini cara tokoh utama dihabisi? Padahal kupikir masih ada cara lain untuk menceritakan hal-hal ini seperti misalnya pada bagian-bagian pertama cerita, memakai twist cerita yang tak terbayangkan. Kupikir alasan satu-satunya kenapa dibuat begini karena... Penulis Naskahnya memang sadis sih.

2. Cinta Segitiga. Ugh, nggak pernah suka aku dengan topik ini, sama sekali nggak pernah. Kalaupun aku dapet cerita model begini, aku jauh jauh jauh lebih suka kalau yang diperebutkan adalah cowoknya, bukan ceweknya. Trus, tokoh favoritku seharusnya nggak diletakkan sebagai orang ketiga dari sebuah hubungan. Drama ini berlawanan sekali dengan ini. Udah ceritanya cinta segitiga, eh yang direbutin tokoh ceweknya. Dan favoritku Ji Chang Wook kok ya yang jadi orang ketiga dari hubungan cinta Sung Nyang dan Wang Yo? Ergh, kesel baaanget 100x. Kalo bukan karena Ji Chang Wook ya nggak akan..

3. Salah Paham. Yups, dan ini juga KENAPA harus include dalam cerita ini sih? Aku jadi bolak balik benci-cinta sama tokoh-tokohnya. Aku benci sama cerita-cerita yang tokohnya nggak jujur, karena aku hafal banget kalau kesalahpahaman ini akan terbongkar di akhir dan seringkali sudah terlambat untuk dikembalikan seperti semula. Jadi menurutku, kenapa hal-hal semacam ini nggak diselesaikan saja di awal sih?? *lah, nggak jadi cerita dong lin kalau kayak gitu?*. Iya sih, tapi toh kalo jujur disaat itu juga pasti jadi masalah, sama aja sih menurutku.

TOKOH (PEMERAN DRAMA KOREA EMPRESS KI)




Berikutnya aku akan memberikan review pada tokoh-tokoh dan peran yang dimainkan di drama ini. Disini yang akan aku review sedikit saja, akan kufokuskan hanya pada tokoh-tokoh yang menurutku menarik untuk di bahas karena kebulatan karakternya, atau karena mereka berhasil mencuri perhatianku untuk difavoritkan.

1. Ta Hwan / Kaisar Yuan  


Urutan pertama adalah Ta Hwan yang dimainkan Ji Chang Wook. Untuk  yang ini aku jelas subjektif ya kenapa aku begitu terfokus pada Ji Chang Wook di drama ini, karena drama ini kutonton memang dedikasinya adalah untuk melihat akting dia dulu baru merhatiin tokoh-tokoh lain.

Aku akan komentar dulu tentang Ji Chang Wook yang berperan sebagai Kaisar Yuan.

Aku menonton drama ini setelah menonton drama K2 dan Suspicious Partner, dan secara timeline aku memang mundur beberapa tahun. Tapi... hal yang aku suka dari JCW disini adalah ia berhasil menghilangkan Image yang ia tunjukkan di drama yang baru saja aku tonton, dan aku fokus pada Ji Chang Wook sebagai seorang Kaisar bodoh yang ia mainkan di drama ini.

kaisar yang bodoh dan pengecut
Meskipun aku agak nggak terima kenapa dia harus dikasih peran sedih kayak gini, tapi perkembangan aktingnya disini memang luar biasa sangat menonjol. Perkembangan karakter yang ia mainkan dieksekusi dengan sempurna, mulai dari sifat-sifat childish dari tokoh, sifat dewasa, jahat, licik, keras kepala, ceria, dan sakit-sakitan, penuh kasih sayang dan masih banyak lagi tiga dimensi yang ia berhasil sampaikan dan gambarkan secara jelas untuk penontonnya, tentu melalui ekspresi-ekspresi yang dimainkan. Nggak heran disini dia dapat penghargaan.

Kalau di reviewku yang suspicious partner aku bilang disana dia lebih kaya emosi daripada di K2, maka di Empress Ki dia lebih kaya lagi emosinya dibanding suspicious partner. Why? karena walaupun aku sebenernya kesel dan rada nggak terima, tapi karakter yang dimainkan Ji Chang Wook di drama ini berhasil menunjukkan sisi tokoh yang membuat penonton mampu membencinya. Sekalipun dia adalah tokoh protagonis, tapi sisi jahat dan menyebalkan dari tokoh ini juga berhasil ia perankan secara maksimal. Makannya, walaupun aku suka sama Ji Chang Wook, kalau sama tokoh Ta Hwan yang dia mainkan aku sering banget misuh sendiri karena dongkol sama tokoh ini, dan kadang aku nyaris membenci tokoh ini.

Nah, bagaimana dengan Ta Hwannya ini sendiri?
Yups... dia adalah tokoh penguasa negeri (raja) yang dia itu bodoh, pengecut, dan penakutnya kebanget-bangetan. Kelihatan banget bagaimana 'boneka'nya dia di tangan perdana menteri. Nantinya Nyang yang bantu dia akhirnya bisa meraih kembali kekuasaannya secara utuh.

Awalnya aku berharap karakter ini akan dibuat berubah dengan cara yang memukau karena ia berada dalam keseluruhan 51 episode penceritaan. Tapi ternyata tidak sememukau itu perubahannya. Aku agak menyayangkan saja sih. Tokoh ini pingin banget aku utak-atik karena sangat amat menarik. Harusnya, menurutku, untuk tokoh yang nggak bisa apa-apa kayak Ta Hwan dan ia harus bisa menjadi seorang Kaisar sesungguhnya, aku berharap akan lebih banyak scene dimana tokoh ini berjuang untuk berubah.

jamannya aku mulai jatuh cinta sama karakter ini

Misalnya, dikasih scene dia latihan pedang, latihan panah dari nggak bisa sampai ahli. Tapi yang ditunjukkan di drama ini cuma tentang Ta Hwan yang latihan membaca dan menulis, itupun jatuhnya menurutku masih flat. Padahal aku berharap perubahan dari bodoh ke kerennya tokoh Ta Hwan ini bisa bikin aku merinding. Kalaupun ada yang kayak latihan memanah, aelah, cuma bentar banget durasinya nggak yang ngelihatin kalau gara-gara itu trus dia jadi pinter. Lalu juga, dia kan ada perubahan mental ya dari yang penakut jadi pemberani. Nah, untuk dia yang awalnya takut banget kalo dipukul tentunya dan seharusnya dia diakasih scene yang memperlihatkan perubahan itu kan? Kenapa tiba-tiba dia jadi cukup percaya diri secara fisik? Apa aku yang kelewatan?

Lalu juga tiba-tiba aja tokoh ini pintar memanah, bisa main pedang, dan bisa berubah tega dan sadis. Penceritaannya menurutku kurang total aja untuk tokoh yang tiga dimensinya seunik ini. Rada disia-siain gitu. Apalagi untuk tokoh yang akhirnya menjadi 'keren', dia masih juga dapet peran 'boneka'.. kenapa tokoh ini nggak kemudian bisa jadi cerdik? Nggak pinter politik nggak apa lho, tapi jadi lebih pinterlah ngadepin orang-orang yang gampang berkhianat? kan ekspresinya Ji Chang Wook udah main banget, tapi tetep aja tokoh ini jadi tokoh yang paling menderita dan kesepian, dan bahkan nggak dapet apa-apa bahkan dari pencapaiannya tersebut. Rasanya kemampuan yang akhirnya ia pelajari dan kuasai itupun jadi nggak terlalu berpengaruh secara signifikan dalam cerita. Dia akhirnya bisa membaca, trus kenapa? Kemampuan itu pada akhirnya cuma dipakai untuk dia baca petisi dan surat peninggalan ayahnya doang?... trus buat apa?


Kemampuan berpedang dan memanah dia akhirnya cuma dipakai untuk tokoh ini melakukan eksekusi saja. Kenapa sih nggak dilihatin waktu dia terpojok dan harus bertarung dengan kekuatannya sendiri.. atau untuk melindungi orang lain? Ya memang... memang dia ini ketergantungan Seung Nyang banget, jadi dia apa-apa harus Nyang.. kemampuannya nggak total tanpa ada campur tangan Nyang.. tapi kan untuk kemampuan yang akhirnya dia miliki seharusnya dia bisa punya kebijaksanaan selain menyerahkan apa-apanya ke orang lain kan? Itu sih aku keselnya. Untuk penceritaan sepanjang 51 episode ini aku sungguh menyayangkan ketidakbergunaan kemampuan yang susah payah diberikan pada tokoh Kaisar Yuan ini.

Ji Chang Wook di Empress Ki Episode Terakhir

Udah gitu tokoh inikan udah menarik banget ya di awal, dan aku sendiri jadi berharap lihat tokoh ini berakhir bahagia.. sekalipun sebenarnya nggak banyak jasa dia dalam cerita apalagi untuk hitungan dia ini raja dari sebuah negeri.. tapiiii karena dia selalu jadi wayang inilah aku merasa tokoh ini layak untuk akhirnya bahagia. Ia berada di puncak tertinggi kekuasaan sejak awal episode, tapi terus-terusan dihianati orang-orang terdekatnya, terus-terusan merasa kesepian bahkan hingga akhir, aku mana tega lihat karakter kayak gini. Mana Ji Chang Wook pula yang main. Apa nggak makin teriris hatiku sebagai penggemarnya yang nonton.. huhuhu...

paling gak tega kalo dia kayak gini T_T
Eh di akhir dia dipertahankan tapi trus ya dimusnakan juga sama penulis naskahnya. Aku sebenernya sih nggak terimanya kenapa harus dengan cara diracun? Kecuali tokoh ini punya penyakit dari awal episode, mungkin kalau kesehatannya melemah aku masih bisa menerima kalau ia di akhir harus pergi. Tapi ini gara-gara diracun doang bok, cuma buat menceritakan bagaimana tokoh akhirnya mengungkap identitas penghianat.. Kan bisa pake cara lain penceritaannya? Toh dia hidup atau mati juga nggak mengancam siapa-siapa... kalau dia tetep dibikin hidup juga kan bisa, kalau hidup juga nggak ada yang rugi ya nggak siih? Mana cerita aslinya kalau nggak salah dia bertahan sampai Ayushiridara dewasa lho.

Tapi ya sudahlah... si penulis pingin menghabiskan semua tokoh-tokoh protagonis.. ya sudah... ya sudaaaaahhhh *dipaksa menerima*

Aku nggak komplain untuk keseluruhan tiga dimensi yang dibebankan pada Ji Chang Wook untuk memerankan tokoh Ta Hwan, secara akting ia bisa memberikan karakterisasi yang tepat pada tokoh ini. Tapi porsi penceritaannya dalam 'cerita' ini saja nggak maksimal.

Melihat raja... eh, kaisar disini aku jadi inget The Moon That Embraces The Sun, yang juga bercerita tentang perjuangan raja Joseon dalam menghadapi kelicikan orang-orang di Istananya. Disitu tokoh rajanya juga sama sendirinya kayak TaHwan disini, penghianat juga dimana-mana.. dia juga usil orangnya dan lucu.. tapi ya aku jatuh cinta setengah mati sama tokoh itu, nggak ada benci-bencinya deh sumpah. Yaaa dia emang tokoh utama juga sih, tapi maksudku dia juga bukan tokoh yang sempurna, dia punya banyak kekurangan, tapi dia bisa memaksimalkan kemampuan yang dia punya itu untuk 20 episode. Aku kira awalnya tokoh TaHwan disini mau dibuat sampai yang segitunya toh dia juga diceritain di 51 episode ini terus-terusan, tapi ternyata sampai akhir dia juga tetep lemah aaargh kesel deh.. ini aku nulis juga udah emosian sendiri sumpah dah. Padahal daripada dibentuk untuk terus-terusan bodoh menurutku kalau ada perkembangan signifikan dari tokoh ini penonton pasti jadi lebih sayang.



Hal yang aku suka dari tokoh ini pada akhirnya adalah rasa sayang dan cintanya kepada Nyang yang mati-matian banget. Kayak yang... 'nggak mungkin nggak sayang sama dia kalau perhatiannya sebegitu besar, aku juga mau kalik', apalagi dia ini Kaisar lho ya, disayang sebegitunya gimana nggak seneng dan tersentuh coba. Makannya aku berharap, untuk tokoh yang memberikan rasa cintanya sedemikian besar, sekalipun aku setuju dengan caranya berkorban, tapi lagi-lagi... nggak harus mati juga kan ya! dan kenapa si Nyang nggak ngasih seluruh cintanya sama si Kaisar aja sih, masih aja kepikiran mantan. Kesal.


2.  Tal Tal / Togho'a





Nah kalau tokoh ini aku nggak perlu bahas aktornya lah ya, aku cukup bahas tokoh Tal Tal ini saja sudah cukup. 

Tal Tal ini adalah tokoh yang berhasil bikin aku konsisten jatuh cinta terus terusan sejak awal hingga akhir. Dia adalah karakter love-love yang nggak memperoleh rasa benciku sama sekali. Tokoh yang selalu berada di pihak penonton, menjawab keinginan penonton, pokoknya ini tokoh netralisir banget... pelipur lara dari segala carut marut tokoh lain yang sering bikin kesel dan geram.

Aku suka suka suka banget sama Tal Tal ini. Aku awalnya mau taruh di atas Ta Hwan, tapi karena Ta Hwan itu Ji Chang Wook jadi aku taruh di nomor dua ajalah. Secara penggarapan tokohnya, ini adalah tokoh yang paling aku suka sebenarnya, malah aku lebih suka Tal Tal daripada Ta Hwan. Aku nggak akan komentar tentang akting ya, karena secara akting sebenarnya nggak terlalu yang bagaimana perkembangannya karakter ini, tapi yang pasti tokoh ini adalah tokoh yang konsisten dan berada di tengah-tengah. Ini adalah tokoh yang paling adil. Saat benci sama Ta Hwan, aku tetep suka sama tokoh ini. Begitu pula waktu aku lagi kesel banget sama Nyang ataupun Wang Yo, ataupun Bayan.. aku tetep lho setengah mati suka sama Tal Tal.

Tal Tal ini adalah tokoh yang segala keputusan penonton ada di tangan dia. Jadi dia memutuskan apapun, penonton akan ikut dan setuju dengan semua keputusan tokoh ini. Nggak kayak tokoh lain yang seringkali keputusannya bertentangan dengan apa yang diinginkan penonton. Kalau tokoh lain sering berkhianat pada penonton, maka Tal Tal adalah yang paling setia.

waktu jadi perdana menteri.. kereeeen~
Jadi menurutku, kesempurnaan seluruh drama ini juga ada di tangan tokoh Tal Tal. Kupikir, tanpa adanya tokoh ini mungkin kebencianku akan membludak di drama ini. Untunglah Tal Tal membuatku berfikir jernih hahaha. Dan dia ini awalnya bukan tokoh yang mencolok, malah nggak terlalu penting. kerjaannya kan cuma berdiri dan diem aja gitu kan, kalau ngomong pendek-pendek. Eh, siapa sangka dia jadi tokoh favorit bangeeeet. Apalagi dia di akhir jadi perdana menteri, dan jabatan itu cocok banget sama dia. Bener kata Seung Nyang yang bilang 'sejak awal jabatan ini memang seharusnya dipegang oleh orang sepertimu yang berwawasan luas'. Dan aku sumpah setuju banget dia jadi perdana menteri.

Dia lho, nggak ada tanda-tanda haus kekuasaan sama sekali. Tokoh yang tenang, nggak gegabah, dan apa-apa dipikirkan secara matang, ahli strategi dan dia selalu tahu mana yang baik dan buruk. Dia memikirkan dampak-dampak dari segala perbuatan. Dia punya banyak kekurangan, tapi dia adalah tokoh paling sempurna dari sekian tokoh yang hadir dalam drama ini. Tokoh yang paling bijaksana.. bijaksana dalam arti sesungguhnya. Dia sering mengingatkan Nyang bahwa Nyang ini milik kaisar nggak seharusnya mikirin cowok lain, ngingetin Pamannya untuk nggak kayak El Temur... tokoh pengamat yang paling adil ya Tal Tal ini.

Aku selalu melihat Tal Tal ini tenang, makannya sekalinya dia nangis aku jadi nggak bisa berhenti nangis, yah pokoknya dia perwakilan penonton banget di drama ini.

Tal Tal ini nggak perlulah dia diceritakan punya kisah cinta, dia udah dicintai sama penontonnya dengan cara penggambaran wataknya sendiri. Aku pikir harusnya nggak mungkin ada penonton yang membenci tokoh ini. 

Padahal waktu aku spoiler ceritanya dan masih di awal-awal episode, aku suka bingung kenapa ya banyak yang suka sama Tal Tal? Apakah Tal Tal akan jadi lelaki kesekian yang mengejar tokoh utama wanita? Padahal nggak ganteng-ganteng amat.

Trus, di awal episode juga aku sering mikir.. kenapa orang-orang pada suka sama Tal Tal? Kenapa banyak yang bahas tokoh ini? Orang Tal Tal kerjaannya cuma berdiri diem, ngekor pamannya kemana-mana doang, nggak tau ini tokoh perannya harusnya ngapain selain jadi pengikut. Ealah ternyata.. justru Tal Tal adalah tokoh yang paling bisa berdiri sendiri. Bener-bener nggak nyangka sih sama perkembangan penggambaran karakter ini. Jadi kita tuh nggak akan jatuh cinta di awal, justru kita jatuh cinta karena semakin mengenal Tal Tal dan nggak sadar gitu aja udah jatuh cinta sama tokoh ini.

3. Ki Seung Nyang / Empress Ki


Nah, ini dia tokoh utama cerita ini. Sebenarnya aku nggak begitu pingin memberikan komentar untuk tokoh ini sih, karena dia tokoh utama, jelas dia yang karakterisasinya paling sempurna. Tapi nggak etis aja kalau nggak dibahas, dia kan tokoh utama cerita ini hahaha. Ya udah nggak usah panjang-panjang tapi ya aku bahasnya.

Di drama ini seperti biasa Ha Ji Won cocok banget sama perannya. Nggak kalah sama perannya dia di secret garden dan king 2 heart. Dan.. dia ini kenapa ya dikasih peran rada manly gitu selalu cocok hehehe.

Untuk tokoh yang diperankannya ini sendiri adalah tokoh sentral yang juga menjadi judul dari drama ini yaitu Ki Seung Nyang.



Oke, jadi aku sebenarnya juga love-hate sama tokoh ini, tapi banyak hatenya sih ya soalnya aku nggak pernah bisa menebak apa yang ada dipikiran tokoh ini.

Kebencianku paling sering terbit kalau udah berhubungan sama Ta Hwan, dimana cinta segitiga ini kan berpusat pada tokoh Nyang, dan cintanya dia udah lebur ke Wang Yo, jadi aku benci aja gitu Ta Hwan cuma dapet remah-remah doang.

di awal doang sih lin itu juga kan

Iya sih emang di awalnya begitu, kelihatan banget siapa yang dipikirin Nyang. Perubahannya adalah ketika Nyang mulai jadi selir dan memberikan kesetiannya pada Ta Hwan, aku cukup mengapresiasi cara tokoh ini mengambil keputusan. Aku juga suka banget interaksi antara Nyang dan Ta Hwan sejak awal episode, jauhjauuuh lebih suka daripada interaksi Nyang sama Wang Yu.

Aku nggak akan cerita tentang perjalanan Nyang sampai akhirnya jadi permainsuri ya. Tiga dimensi dari tokoh ini ya begitu sih ya.. perempuan berjubah baja, dia melewati banyak hal untuk balas dendam hingga akhirnya jadi permainsuri.


Yang paaling pingin aku komentari sih adalah hubungan antara dia dan Ta Hwan, bittersweet love story kalau kata  orang-orang. Dikarenakan dia mau setia sama Ta Hwan awalnya berlandasan balas dendam, sehingga memang lebih menjengkelkan kalau dia pura-pura cinta sama Ta Hwan padahal Ta Hwan cintanya setengah mati sama doi. Dan yang bikin kesel adalah Nyang ini hatinya bener-bener terbagi dua, jadi dia udah jadi selir Ta Hwan masiiih aja kalau ada kabar tentang Wang Yu nggak pernah bisa diem aja. Kan aku jadi kasian Ta Hwan, jadi merasa lebih kesepian karena tau siapa yang sebenarnya dipikirkan Nyang. Dan sampai saat-saat terakhirpun Ta Hwan harus berfikiran bahwa cintanya Nyang ke dia nggak akan sebesar Nyang ke Wang Yu dan dia mau aja gitu nerima, dan itu karena Nyang juga nggak memperlihatkan secara gamblang bahwa dia juga sudah mulai mencintai Ta Hwan sepenuh hati.



Aku taunya Nyang ternyata juga mencintai Ta Hwan ya di akhir cerita, dan setelah dipikir-pikir, ada perlakuan berbeda antara Nyang ke Wang Yu dan Nyang ke Ta Hwan. Ke Wang Yu mungkin cintanya lebih mature kali ya karena mereka sejajar, tapi ke Ta Hwan lebih kayak cinta ibu ke anak gitu mungkin, karena disini Nyang melakukan segalanya demi Ta Hwan di belakang Ta Hwan. Dan aku sadar kalau kayaknya nih si Nyang cinta sama Ta Hwan itu adalah saat-saat dia berlinangan air mata kalau Ta Hwan berlaku lembut sama dia, dan kalau Ta Hwan yang nggak pernah marah sama Nyang akhirnya marah dan Nyang kelihatan banget takut ditinggal.

Yang jelas, mau gimanapun kisah cinta Ta Hwan dan Nyang, meskipun menyakitkan menurutku tetap yang terbaik dan aku shipper TaNyang banget pokoknya. Penceritaan kisah cinta mereka lebih berwarna dan nggak monoton. Nggak akan bosan lihat dua tokoh ini berinteraksi, the best part yang paling aku suka dari tokoh Nyang mungkin adalah keputusan-keputusannya yang mengarahkan ia untuk hidup bersama Ta Hwan, dan juga perasaannya yang lama-lama luluh juga sama perhatian Ta Hwan yang nggak terbatas untuk dia.

4. Wang Yu / Kaisar Goryeo


Tokoh Wang Yu ini sejujurnya aku nggak terlalu minat bahas sih.. tapi juga nggak etis kalau nggak dibahas soalnya dia tokoh utama di drama ini. Anyway untuk tokoh Wang Yu ini juga tipe love-hate, dan tergantung penontonnya apakah ada di pihak WaNyang atau TaNyang. Karena aku TaNyang shipper jadinya aku nggak terlalu excited lihat tokoh ini. Mungkin kalian yang nge-ship WaNyang nggak setuju aku ngoceh tentang tokoh Ta Hwan cerita ini.

Anyway, disini aku lumayan keberatan. banget sih sama tokoh Wang Yoo ini. Kenapa? Dia ini kan memang kisah cintanya cukup sangat kuat antara dirinya dan Nyang tapi Nyang itu PHP mulu sama Ta Hwan, nah jadinya aku kesel sama Nyang. Trus pada akhirnya kan Nyang milih menghabiskan hidupnya sama Ta Hwan yang artinya Wang Yoo itu berarti jadi mantan. Tapi ya yang namanya mantan nggak bisa dilupain begitu saja, eh si Wang Yoo ini masih saja membayangi hari-harinya Nyang yang udah sama Ta Hwan. 

Padahal aku udah lumayan respect waktu Wang Yoo ngobrol berdua sama Nyang trus deal-dealan kalau mereka nggak akan ikut campur urusan masing-masing dan saling melupakan. Tapi teteeep aja saling peduli sampai di satu titik mereka malah ketemuan rahasiaan gitu, dan masih saling peduli lagi sampai akhir cerita. Dan rentetan sisa dari hubungan mereka banyak jadi bom waktu di akhir-akhir cerita yang bikin aku jadi kasian lagi sama Ta Hwan. Emang sih dari sisi Nyang nggak kelihatan apakah dirinya masih mencintai Wang Yoo sebesar yang dulu, tapiii karena tokoh ini nggak bisa ditebak juga jadinya aku suka kesel kalau Wang Yoo mulai muncul dan kembali mengusik hubungan Nyang dan Ta Hwan, aku nggak tau saat-saat itu si Nyang merasakan apa. Kenapa siiih Wang Yoo itu nggak disibukin aja di Goryeo gitu, kenapa masih aja harus bolak-balik ke Yuan? 

Bukan berarti tokoh Wang Yoo nggak ada kelebihannya ya. Secara tiga dimensi dia justru jauh lebih sempurna dari Ta Hwan, dan aku nyaris nggak menemukan kekurangan dari sifat-sifat yang diletakkan di dirinya: bijaksana, kuat, pintar. Tapi justru karena terlalu sempurna itulah yang bikin aku mengeluh dengan tokoh ini. Karena terlalu baik sedangkan Ta Hwan nggak sebaik dia, jadinya aku kesel karena aku jauh lebih mendukung Ta Hwan dan Nyang.


Oke.. mungkin ini dulu ya tokoh-tokoh yang aku bahas, walaupun sebenarnya masih mau bahas tokoh lainnnya juga kayak tokoh Bayan, Ibu Suri, itu juga belum aku masukin. Kalau sempat ya aku lanjut tentang mereka. Kalau sempat...

DRAMA EMPRESS KI VS SEJARAH ASLI

Kalau mengikuti cerita aslinya yang jadi sejarahnya. Memang Toghon Temur di sejarah pun memang dibenarkan bahwa Toghon Temur ini deeply in love sama Lady Gi. Jadi, aku mengerti kenapa gambaran Ta Hwan di drama ini harus diceritakan sebegininya, karena memang begitu sih aslinya juga. Kalau penasaran tentang kisah asli dari Toghon Temur, Empress Gi, TalTal, Ibu Suri, dll bisa cek ke postingan spesialku tentang sejarah aslinya disini.

Tapi banyak kisah-kisah sejarahnya yang memang dibedakan sama kisah aslinya. Beberapa tokoh asli yang sebenarnya ikut menceritakan kisah-kisah dimana Toghon Temur menjadi kaisar nggak diceritakan di drama ini, kayak misalnya di drama nggak diceritakan bahwa Ibu Suri punya anak yang masih hidup selama masa pemerintahan Toghon Temur.

Oya, trus penceritaan waktu Empress Gi dan Toghon Temur mengungsi juga nggak diceritakan. Jadi setauku sih Toghon Temur itu masih hidup waktu anaknya Ayushiridara dewasa dan memimpin pasukan dan itu posisi mereka kalau nggak salah masih di Istana apa ya. Sedangkan disini Toghon Temur diceritakan udah wafat sebelum mengungsi, sedangkan kisah aslinya wafatnya Toghon Temur adalah ketika ia dan Empress Gi mengungsi.

Trus mungkin sama kematian Bayan ya setauku di sejarahnya, Toqto'a itu sekutuan dulu sama Toghon Temur, tapi kalau dicerita dia jalan sendiri tanpa sepengetahuan Toghon Temur.

Dan cerita lain yang paling melenceng ya memang kisah Wang Yo itu sih ya beserta anaknya dengan Nyang .. karena  kalau di kisah aslinya nggak ada sama sekali. Tapi memang kalau nggak dibuat gini pertemuan Toghon Temur sama Lady Gi jadi biasa aja. Karena kan kalau dikisah aslinya mereka ketemu ketika Lady Gi jadi selir di Istana, sedangkan di drama ini kupikir biar lebih dramatik dan lebih deket sama penonton maka pertemuan mereka diceritakan adalah saat Toghon Temur diasingkan.

Menurutku sih pengembangan cerita yang diadaptasi ini menarik banget, jauh lebih terasa kompleks daripada ringkasan kisah aslinya yang aku baca di wikipedia.

Anyway, aku ingatkan lagi ya kalau ada kalian yang pingin baca kisah-kisah sejarah aslinya kalian bisa klik disini . Disitu aku udah tulis lengkap kisahnya, kenapa kemudian aku berkata seperti ini disini.

Salam, Adlina Haezah
Review Drama Korea Kerajaan: Empress Ki Review Drama Korea Kerajaan: Empress Ki Reviewed by Adlina Haezah on May 28, 2018 Rating: 5

No comments:

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Powered by Blogger.