Review FIlm Jepang L.DK (2014) - Aneka Catatan

WARNING!

Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review FIlm Jepang L.DK (2014)



Oh Oh Oh OH OH OHHHHHHHHHHHHHHH
AKU TERNYATA UDAH  PERNAH NONTON FILM INI!
Sumpahan ya aku pernah nonton ini dan waktu itu aku bisa dibilang : gak sukaaaa filmnya... T.T

Sekarang juga aku masih inget kenapa gak suka. 
Aku tau kenapa aku sampe lupa kalo udah pernah nonton filmnya, soalnya gak ngasih kesan apa-apa di akunya.. hiks

Dan aku tau kenapa aku gak ngeh ada cowok ganteng disitu!!!! Soalnya gak klik semuanya disini.Ternyata Yamaken toh yang main film ini pas itu? dan menurutku pada saat itu hero-heroin disini biasa aja semua.. chemistry-nya gak dapet, aku nyaris bilang gagal juga. 

Apakah aku gak ada bikin reviewnya ya? Aku yakin banget pas itu aku mikir: nih cowok mana cakep-cakepnya sih kok dijadiin peran utama? *waaaak maafin  waktu itu aku sama sekali gak kenal dan gak tertarik sama heronya jadi gak tertarik ngikutin juga, dan ternyata dia adalah aktor populer wkwkwk*

Dengan begini, artinya bukan Wolf Girl and Black Prince dong ya aku kenal sama Yamaken berarti malah dari film LDK ini. *gomen, aku gak tau itu kamu, sayang*

Oke. Aku nonton untuk kedua kalinya setelah tau Yamaken, dan ini agak subjektif karena aku sekarang jadi pendukungnya Yamaken walaupun filmnya gak bagus sekalipun, aku gak akan salahkan dia. hehehe.

Jadi, disini aku lumayan keganggu sama heroinnya. Sorry to say, aku rasa heroinnya bisa dibilang ikut andil bikin film ini jatuhnya jadi flat, biasa aja, dan too much cheesy. Aku gak sukaaa.. tokoh ceweknya terlalu berlebihan, dan gak natural. huff..

Emang sih ya, dalam sebuah cerita tokoh itu emang nomor satu karena kalo gak ada tokoh ceritanya juga gak akan jalan. Tapi, aspek plot itu juga sama krusialnya. Di film ini jujur aku yang bahkan belum baca komiknya ngerasa alurnya terlalu dipaksakan.

Terlalu cepat, dan building ceritanya gagal. Penggambaran setiap karakternya juga setengah-setengah, jadi aku gak bisa merasakan kedekatan sama setiap tokohnya. Aku udah cobaaa baner-bener dan memaksakan diri biar aku ngerasain emosi pas nonton film ini, biar aku ikut berdebar-debar. Tapi enggak.. hiks, aku gak ngerasain apa-apa.. Bahkan waktu cerita harusnya sedih dan si heroin nangis kejer-kejer, aku cuma mlongo... "ini ada apa ya?"



Kalau Yamakennya sih... say, this dude can act, guys. Sebenarnya dia itu termasuk tokoh yang aktingnya disini terhitung paling natural dibanding yang lainnya. Soalnya yang lainnya kelihatan kayak dipaksain banget dan cenderung berlebihan. Kayaknya sih, mereka sejak awal gak terlalu 'mengenal' karakter mereka masing-masing, makannya pas dieksekusi ke ceritanya jadi gak kena ke penonton. Si Yamaken menurutku masih menunjukkan kualitasnya sebagai seorang aktor, karena aku amati sebenernya dia gak berlebihan lho. Kayaknya kelihatan cheesy karena pengaruh dari alur ceritanya aja yang gak totalitas pengemasannya, jadi akting dia yang udah bagus itu jadi agak goyang gara-gara ada aspek lain yang kubilang, 'merusak'. *lina kelihatannya sedang mencari kambing hitam*

Trus ceritanya sendiri pengemasannya kurang efektif. Kelihatan banget kayak yang pingin diceritakan itu macem-macem dan banyak tapi jatuhnya malah jadi kerasa kayak kepotong-potong satu dengan yang lain dan gak selesai dengan total. Mungkin lebih menarik kalau cuma ditarik satu isu saja yang paling menarik trus dieksekusinya bedain sama cerita originalnya jadi gak terasa kalo ini film ceritanya panjang Oh ya, dan gak tau kenapa, aku ngerasa kalau sebenarnya genre drama romance begini kok bakal lebih menarik kalau dibikin model drama ya bukan film. Soalnya jujur, cerita model begini itu sebenernya bagus, tapi kalau untuk jadi materi film emang terlalu klise dan jatuhnya jadi gak ada kekuatan, monoton, gitu-gitu aja. Sedangkan kalau dijadiin drama mungkin target penontonnya juga lebih fokus dan ceritanya lebih prominent karena jenis ceritanya biasanya slice of life gitu. Lihat aja itazura na kiss, trus hana yori dango, ceritanya kan emang klise cerita anak SMA yang sering kita baca di komik-komik kan.. beda pengemasan aja, tapi jadi booming malah pas dijadiin drama karena serial, panjang, dan lebih terasa emosinya karena terceritakan sama kayak yang di komiknya.

Tapi itu opiniku sih, untuk orang lain mungkin film ini masih terhitung manis, karena aku masih sering denger banyak yang suka sama film ini. Lha iya wong cowokya cakep. Walaupun aku gak bilang gitu sih. Maksudnya, waktu aku nonton ini duluuuu banget mana ada sih aku kepikiran mau ngepoin cowoknya. Aku cuma liat trailernya aja sekilas dan ngerasa oh cowok ini emang cakep, tapi pas udah nonton filmnya ya gitu, gak tau deh kok jadi biasa aja gitu.

Yamaken disini gaya rambutnya sebenernya cocok sama karakter dia, tapi dia lebih cubby aja gitu ya. Trus dia tu gayanya... gak tau antara mau nendang ni anak kali ya.. sok sokan banget bikin idih deh hahahhaha.. anyway, you still beautiful for me.







Salam, Adlina Haezah
Review FIlm Jepang L.DK (2014) Review FIlm Jepang L.DK (2014) Reviewed by Adlina Haezah on March 11, 2018 Rating: 5

No comments:

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Powered by Blogger.