Review Film Heroine Disqualified (2015) No Longer Heroine / Heroine Shikkaku - Aneka Catatan

WARNING!

Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review Film Heroine Disqualified (2015) No Longer Heroine / Heroine Shikkaku


Nah kalo film ini baguuuusssss... bagus banget bagus bagus bagus... karena bikin aku bisa nangis nonton film ini hiks hiks hiiiiiiiiiksss tapi bagus.

Jadi aku tu kan sebenernya udah tau judul ini dari lamaaaa banget. Gak mau bacanya karena ceritanya kayaknya ada bumbu cinta segitiganya getoooo~ dan aku muales banget buat berurusan sama cerita macam itu. Udah baca endingnya sih, dan semakin yakin aku gak bakal suka sama komiknya. Belum lagi aku tuh baca komen orang-orang *bacanya dimana lupa*, dan banyak yang protes dan gak suka sama ceritanya. Banyak yang nyesel udah bacalah, banyak yang berharap gak tau sama komik ini, ada juga yang gak ngerekomendasiin... pokoknya komennya itu isinya orang marah-marah aja. Ya semakin maleslah aku. Tapii ceritanya itu emang populer.. dan gak cuma komiknya yang digandrungin.. kapan itu sebelum kenal si Kento waktu lagi cari-cari film jepang buat ditonton, film ini emang muncul dan direkomendasiin, tapi karena kepalaku sudah tercemar dengan ketidaksukaan aku menghindari keinginan yang gatel buat nonton film ini.

Semenjak kenal Kento... entah kenapa aku merasa berkewajiban untuk nonton filmnya dia yang dianya jadi tokoh utama. Akhirnya, aku pilih film ini jadi film kedua dia yang aku tonton karena aku takut kecewa dan sedih dan bakal benci sama filmnya... jadi film lainnya aku simpen yang bagus-bagus di akhir hehehe. Ekspektasi ku sih gituuu..

Eh! Tapi enggak lhooo~ film ini bagus, dan romantisnya kerasa banget. Kerasaaa banget. Aku bahkan jadi baca komiknya sampai selesai. Walaupun komiknya itu sebenernya gambarnya gak begitu bagus sih menurut aku tapi ceritanya gak bisa bikin aku berhenti jadi kulahap aja semua chapternya. I should say, the movie is much more better. Apa mungkin karena aku nonton filmnya duluan? Entah. Yang pasti aku dibikin nangis sama ceritanya, sama tokohnya juga. Ini film eksekusinya sempurna. Aku bahkan kepikiran buat nonton lagi. Aku jarang bisa dapet film yang sisi romantisnya berhasil, tapi film ini berhasil. Banget. Aku. Suka. Banget. Titik.
Rita di film dan di anime

Oh, si Kento Yamazaki ini perannya hehhehe peran utama dong! Yay! Dia jadi Rita Terasaka. Di komik Ritanya ini kerasa banget nyebelinnya, tapi kalau di film ini gemes banget bikin pingin torture dia terus terusan. Sebel emang awalnya soalnya si Rita (ikut perspektifnya Hatori) itu prioritas banget sama pacarnya *ya iya sih namanya juga pacar*, dan sebel juga waktu plinplannya dia kelihatan banget antara pacarnya atau sahabat kecilnya, kayaknya sih dia cinta sama dua-duanya makannya pingin banget aku getok kepalanya. Jadi waktu si Hatori yang sedih ini dideketin sama Hitomitzu, ya aku juga jadi seneng dong! Dan aku paham 'ooooh jadi ini yang bikin orang-orang kesel', karena akhirnya si Hatori tetep milih Rita yang plin-plan dan nyebelin dibandingkan orang yang pure cintanya sama dia doang dan mau ngelakuin apapun buat dia. Rita juga disini tuh sebenernya udah bikin Hatori sakit hati, aku juga ngerasa kalo digituin terus ya nyerah aja sih. Si Hatori ini keukeh karakternya. Tapi aku suka banget sih sama karakter Hatori.

Film ini kuat banget emosinya. Hubungan antara Rita dan Hatori tetep yang paling berhasil bikin aku nangis. Nah, ini kayaknya ada kaitannya juga sama aktingnya Kento. Soalnya, sebenernya hubungan Hatori sama Hitomitzu juga sedih lho, kasian gitu, tapi Rita ini ekspresinya itu kayak anjing ditelantarkan, bisa gitu kelihatan sedih banget sampe rasanya pingin meluk PADAHAL KAN HARUSNYA AKU SEBEL SAMA DIA.

Dan aku jadi si Hatori deh, milihnya tetep milih Rita *ya, mungkin karena dia Kento sih, eh tapi di komiknya aku juga milih Rita deng*.

Ekspresi Rita waktu cemburu lucu banget, suka banget. Dia tuh apa-apa prioritasin pacarnya kan, tapi dia itu juga kayak kasih harapan sama si Hatori, suka curi-curi pandang kayak pingin banget sebenernya sama Hatori tapi dia kan ada pacarnya jadi dia gak mau selingkuh. Kadang itu sih yang bikin sedih, saat-saat Rita merasa hopeless.


Menurutku endingnya kurang panjaaaaaaaaang. Mau lagi mau lagi. Pingin lihat Rita sama Hatori pacaran di versi live actionnya. Habis di komik juga emang endingnya cuma seuprit sih, kesel. Anyway, aku tetep suka endingnya. Ekspresi Rita di akhir bener-bener pingin aku bawa pulang rasanya. Apa ya, endingnya itu berhasil bikin aku pingin nangis karena terharu aja gitu.









Salam, Adlina Haezah
Review Film Heroine Disqualified (2015) No Longer Heroine / Heroine Shikkaku Review Film Heroine Disqualified (2015) No Longer Heroine / Heroine Shikkaku Reviewed by Adlina Haezah on March 06, 2018 Rating: 5

No comments:

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Powered by Blogger.