Review Film Horror INSIDIOUS 2 - Aneka Catatan

WARNING!

Beberapa Review di blog ini sebagian besar merupakan spoiler. Persiapkan diri anda sebelum membuka artikelnya. Trimakasih. -author-

Review Film Horror INSIDIOUS 2


Oookay, jadi disini judulnya adalah Insidious 2 ya bukan Insidious 4. Aku juga gak tau kenapa aku sampai tidak mereview yang nomor 2, padahal itu yang jadi favoritku di 4 film ini, bahkan sampai saat ini.

Mungkin aku akan mereview Insidious 4, atau mungkin tidak. Tapi karena kemarin aku habis menonton ulang yang nomor 2, gak tau kenapa rasanya agak mengharuskan mereview yang itu dulu ya.

Dan kelihatannya James Wan memang banyak membantu ketika dia memegang peran sutradara di film-filmnya. Aku bisa merasakan perbedaan dari 2 film yang dipegang dia, dan 2 film yang dipegang orang lain as director. James Wan melakukan eksekusi yang memikat di dua film Insidious, terlebih twist nya yang mindblowing, dan bikin melongo, kayak aku sempet aja gitu mikir 'wow? what? kok...?' begitulah, dan aku menemukan semacam paradox di film ini yang bikin gigit jari soalnya aku suka bangeeeetttt film-film paradox... antara perlu gak perlu gitu dipikirin. Gak perlu dipikirin tapi serasa pingin mikir.

Di film ketiga dia yang nulis naskah sih, tapi mungkin terasa berbeda karena aliran ceritanya juga sudah berbeda kali ya, udah gak di keluarga Lambert.

Di awal film aku agak takut sebenernya, takut ceritanya cuma seputar di masa lalu Josh kecil aja dan gak balik ke masa kini yang ceritanya si Joshnya terjebak di dimensi lain. Untung cuma awal doang sih, dan itu untuk memberikan twistnya itu. Eh iya, aku udah 2x nonton kan dan aku lupa aja gitu kenapa di awal si Josh bilang 'i'll show you', ergh dan ternyata...


Anyway, cerita Josh yang kerasukan itu menurutku cukup bikin deg-degan, karena kita terus-terusan diteror perasaan tentang apa yang akan dia lakukan ke keluarga ini? Dan ada 3 anak kecil disana, dan anak kecil selalu jadi subjek yang paling cepet bikin bersimpati. Jadi gak tau gampang sedih aja gitu liat si anak bayi, Dalton, dan adiknya.

Trus iya, si Dalton, dia gak banyak muncul tapi dia adalah tokoh yang bikin aku pingin ngikutin segala apa yang ada di pikirannya. Karena ia sudah pernah mengalami perjalanan astral, entah kenapa meskipun dia masih kecil dan penakut, tapi aku bisa lihat sisi 'berani' dia yang bikin si anak itu kelihatan keren, dan sebagai seorang kakak dia sangat peduli pada keluarga dan adiknya. Pertama, adalah ketika dia 'berani' mengajak ngobrol si 'makhluk lain' yang sembunyi di dalam lemari dan dia tiba-tiba 'keluar' dari tubuhnya dan ketakutan trus nangis. Kasian banget, tapi kok ya dia berani gitu. Trus hal-hal kecil deh, kayak waktu dia nolong ibunya pas mau dibantu dan di saat si adiknya berdiri ketakutan, Dalton meluk adiknya erat-erat, trus dia juga bantuin ibunya untuk ngeganjel pintu, dan the last adalah keputusannya buat jemput ayahnya 'aku bisa jemput Daddy kalau aku tidur'. Padahal itu tuh trauma, tapi demi ayahnya dia nggak pikir panjang buat kembali ke tempat gelap itu. Dan pintarnya Dalton dengan melilitkan telpon-telponan biar bisa balik lagi menurutku cerdas banget. Tokoh yang jarang banget muncul ini, dengan aksi-aksi paling kecilnya sekalipun bisa terlihat jelas kepribadiannya, dan cukup rounded juga sih tokoh ini.


Josh yang sedang terjebak di dimensi lain juga, waktu akhirnya aku ketemu tokoh ini 'yang asli', aku bisa melihat betapa berbedanya dia dengan Josh yang di dunia nyata. Aktingnya mungkin, tapi karakterisasinya juga cukup berhasil. Entah kenapa, Josh yang palsu bisa saja bikin takut sedangkan si Josh yang asli bikin pingin mengeluarkan air mata. Aku gak tau sih sebenernya scene  yang nyambungin sama Insidious 1 itu sebenarnya penting atau enggak, tapi aku cukup suka sama scene tersebut. Bahkan kalau gak penting, itu jadi menjelaskan beberapa logika tentang kejadian di Insidious 1 dan entah kenapa aku selalu senang kalau yang tidak terjelaskan jadi bisa dijelaskan/ Ini pertanyaan yang nggak penting sih, karena paradox itu, tapi entah kenapa selalu muncul di kepala... 'jadi jiwa Josh yang asli itu yang mana?', 'ini cara kerjanya gimana dong kalau ada dua orang bahkan tiga -Josh sekarang - Josh kecil - Josh Insidious 1- ketemu? Mana yang asli?'. Tapi itu pertanyaan yang memang sulit dijelaskan, dari dulu juga aku tau tapi tiap ketemu yang kayak gini gak tau kenapa selalu penasaran. Oya... trus yang main piano ternyata diaaaa... ya ampun terharu banget deh.

Oh, trus ada si Elise si penyelamat. Favoritku. Dan ending ceritanya juga favoritku waktu si Josh akhirnya kembali, Dalton dan istrinya meluk dia. Aku jadi pingin nangis lagi. Terharu aja gitu. Lihat keluarga ini bersama kembali.Si Raine atau Reine, si ibunya ini pokoknya udah kerasa kayak janda tau, ada suaminya tapi dia apa-apa, ngurus anak kelihatan susah sendirian. Dan dia tidur sama orang yang bukan suaminya, hii serem.. Dia gak mau nuduh suaminya tapi dia juga takut setengah mati sama laki-laki itu. Makannya pas akhirnya Josh kembali, aku ngamatin banget gimana ekspresi dia lihat Josh, takutlah orang dirinya dilempar dipukul udah kayak kekerasan rumah tangga jadi kan agak nggak percaya kalau Josh beneran balik. Makannya terharu banget waktu dia meluk Josh, kayak kerasa banget leganya dia. Akhirnya suamiku balik.

Menurutku sih, ketika aku bisa menjelaskan banyak hal yang aku sukai, itu artinya film ini berhasil setidaknya untukku, karena itu artinya dia memberikan kesan dan cukup membekas hingga aku bisa menceritakan ulang. Itu artinya, film ini gak bias dan  ia bisa menceritakan maksud-maksudnya dengan cukup jelas. Biasanya nih, kalau filmnya menurutku gak terlalu bagus, aku jadinya agak sulit mereview karena sulit menunjuk hal-hal yang bikin aku gak suka daripada yang aku suka. Jadi kalau reviewku ada yang bias dan gak begitu jelas aku reviewnya, itu mungkin aku sebenarnya gak terlalu suka sama filmnya.

Alasan-alasan kenapa ini semua terjadi ada di filmnya, tapi gak aku jelasin. Sejujurnya insdious 1-2 ini yang jadi fokus utamaku itu cuma di keluarga Lambert, Elise, dan teman-temannya dia. Aku selalu suka dengan film horror yang gak cuma kasih setan berkeliaran aja, tapi ilmu-ilmu atau pelajaran baru tentang dimensi lain, itu sih yang bikin aku tertarik. Jadi bertanya-tanya apakah yang terjadi di kehidupan nyata memang seperti itu, karena kan memang nggak bener-bener ada yang tau.

Em, di ending film ini sebenarnya ada cerita yang kupikir akan berlanjut di film ketiga. Tapi aku baru sadar, ternyata enggak ya? Wah, padahal aku dah penasaran banget nih sama yang dilihat Elise di rumah Allisson.


Salam, Adlina Haezah
Review Film Horror INSIDIOUS 2 Review Film Horror INSIDIOUS 2 Reviewed by Adlina Haezah on January 14, 2018 Rating: 5

No comments:

Syarat menambahkan komentar:

>> Jangan berkomentar dengan menggunakan Anynomous
>> Gunakan account google kamu atau jika tidak gunakan URL, yang penting ada nama kalian.. :)
>> Tidak menerima komentar berisi spam..
>> Apabila komentar tidak muncul, berarti komentar kalian belum di moderasi. Jadi tolong mengerti ya.. :)

terimakasih

-------------------------------------||-------------------------------------

Regulation to fill the comment box:

>> Don't use Anynomous
>> Use your google account or just your link/ URL. The main point is, always put your name here :)
>> Cannot receive any spam comment such as comment that it's not relevant with my topic
>> When your comment does not appear, it because I haven't approve that or I haven't read that. So just wait until I read that, please understand :)

Thank you

Powered by Blogger.